Segmen Gemuk Upacara Pernikahan di Indonesia

Segmen muda yang masif dan budaya perkawinan Indonesia menjadikan usaha pengelola perkawinan (wedding organizer) sebagai bisnis gurih. Bagi banyak orang, perkawinan adalah hal sakral dan karenanya tidak bisa diurus sebatas pergi mendaftarkan perkawinan ke Kantor Urusan Agama (KUA). Karenanya perkawinan, yang harapannya terjadi hanya sekali seumur hidup, adalah hal yang perlu dipersiapkan sebaik mungkin, merencanakan […]

Lima Hal yang Perlu Dikerjakan Demi Menjadi Unicorn

“Unicorn” semakin menjadi kosakata yang sangat memikat remaja dan dewasa muda Indonesia. Lalu, seberapa sulit mewujudkan cita-cita menjadi unicorn? Berdasarkan survei Indonesia Millennial Report 2019 yang dikerjakan bersama IDN Research Institute dan Alvara Research Center, aspirasi generasi millennial ndonesia ternyata tidak hanya menerima gaji bulanan melalui pekerjaan tetap. Sebanyak 55,4 persen millennial ingin memiliki usaha […]

Melayani Konsumen Properti Gen Y dan Gen Z

Generasi langgas dan generasi Z, meski belum mendominasi kontribusi ekonomi, sudah mulai menggantikan generasi senior sebagai konsumen properti.  Mengenai generasi milenial atau generasi langgas, mungkin sudah banyak perusahaan properti yang memahami cara memasarkan produk, berkomunikasi, dan memberikan layanan pelanggan kepada mereka. Lagipula, kelahiran generasi milenial di awal dekade 80 relatif memudahkan para pengusaha properti yang terbiasa dengan cara berkomunikasi konvensional. […]

Dapatkah Broker Tradisional Bertahan di Era Digital?

Peran perantara properti terasa semakin memudar di hadapan konsumen generasi langgas dan generasi Z. Apa sebabnya?  Bagi generasi langgas, peran agen properti masih terasa lekat dalam kehidupan mereka, misal saat melihat orang tua dan kakek mereka melakukan pembelian rumah, mengontrak rumah, atau justru menjadi pihak yang menjual dan mengontrakkan rumah yang dimiliki.   Tak dapat dipungkiri, […]

Bisnis Diskon: Melaju, Melambat, atau Ambyar?

Coba perhatikan konsumen Indonesia, khususnya generasi langgas dan generasi Z, saat berbelanja di dunia daring. Masukan apa yang kita dapatkan?  Saat Anda berbelanja, apakah Anda mengutamakan masa-masa saat produsen memberikan potongan harga kepada produk-produk yang dijual? Alasan potongan tersebut bisa dalam berbagai kondisi, misal flash sale, berbasis kupon diskon, atau menghabiskan stok gudang. Jikalau Anda belum menemukan […]

Menentukan Points of Difference

Jika kita interpretasikan secara harfiah, POD adalah sesuatu yang membuat produk Anda berbeda dari para kompetitor Anda.  Jika ada Points-of-Parity, tentu ada Points-of-Difference. Bagi insan marketing, khususnya akademisi, pasti mengetahui Kevin Lane Keller yang menelurkan Customer Based Brand Equity yang daripadanya ada  Points-of-Parity (PoP) dan Points-of-Difference (PoD).  Saat menentukan Points-of-Difference (PoD), kita tidak bisa sembarangan. Kita harus benar-benar memahami konsumen sebaik mungkin, memahami konsumen sebagai makhluk dinamis, dan karenanya, harus mengetahui apa yang paling dianggap menarik […]

Coworking Space di Indonesia: Membedah Konsumen, Konsumen Berbicara

Mengganggu pasar kantor tradisional melalui kolaborasi bernama coworking space.   “Kantor gue memutuskan pindah dari kantor lama (di wilayah Sudirman, Jakarta) ke W (perusahaan penyedia jasa ruang kolaborasi (collaboration space)) karena merasa bahwa coworking space itu jauh lebih memudahkan perusahaan. Perusahaan ngga perlu lagi mikirin biaya kapital, biaya pengadaan inventaris kantor, termasuk penjualan kembali barang-barang yang sudah habis masa depresiasinya.” – Harry, karyawan sebuah perusahaan jasa asal Jepang.   “Make coworking space itu jauh […]