Mengelola Konten Medsos Kala Pandemi

Bagaimana mengelola konten medsos saat pandemi COVID-19 masih melanda?

Akhir tahun 2020 menjelang, namun pandemi COVID-19 belum sirna dari dunia. Boro-boro sirna dari dunia karena kasus pandemi COVID-19 di Indonesia sendiri belum mencapai puncak sehingga menjadi hal terlalu jauh jika kita sudah meributkan gelombang dua. Namun yang patut disayangkan meski belum mencapai puncak, kesadaran masyarakat kita dari berbagai lapisan terkesan memburuk jika bukan stagnan.

Pada lapisan para elit pemerintah, ada seorang kepala daerah yang justru melanggar protokol pemakaman dengan mendatangkan elit aparatur sipil korban COVID-19 ke balai kota dan bukan langsung ke pemakaman. Pada lapisan tokoh-tokoh agama, ada para individu yang tetap berdakwah dengan mengumpulkan massa di tempat tertentu tanpa mengindahkan protokol kesehatan mengenai tata cara berkumpul. Pada lapisan masyarakat kelas menengah, masih ada konspirasi COVID-19 beredar yang menbuat banyak orang makin abai dengan pandemi. Pada lapisan masyarakat bawah, sudah tidak mengherankan lagi jika orang-orang berkumpul dan berinteraksi tanpa memakai masker, tanpa menjaga jarak, dan tanpa-tanpa lainnya seakan pandemi tidak ada di sekitarnya.

Jika demikian, kapan pandemi COVID-19 bisa tertekan atau minimal mencapai puncak lalu melandai dan menurun sebelum vaksin COVID-19 ditemukan? Penulis secara pribadi sangat meragukan. Kemudian saat penulis melakukan pengecekan obrolan Twitter kata kunci Pembatasan Sosial Berskala Besar dan PSBB dengan social media monitoring tool Drone Emprit Indonesia (DEA) yang disediakan Universitas Islam Indonesia sejak 16 Agustus hingga 15 September 2020, ditemukan lima teratas cuitan berpengaruh sebagai berikut:

Berhubung hari ini hari terakhir tugas di COVID center (setelah 2,5 bulan dan 3 minggu masuk full tanpa libur 🙃), kuingin cerita yg serem2 biar pada semangat PSBB nya minggu depan! (Annisa Alifaradila R @annisalfr, 12 September 2020, 53.417 likes, 32.850 all-time RT)

PSBB akan diperpanjang jadi PSBBBBBBBBBBB; Pembatasan Sosial Berskala Besar Belum Berakhir Bisa Bisa Bulan Berikutnya Bahkan Bisa Berkepanjangan Bilamana Banyak Budak Bangor Bedegong Bertebaran Belanja Beli Baju Burger Bayem Bajigur Balado Bandeng Batagor Bedak Beuhhh (Rega. @yolamang0, 11 September 2020, 36.174 likes, 17.827 all-time RT)

Ini baru PSBB https://t.co/WSEKlj6Kv9 (gun @weekdies, 10 September 2020, 24.293 likes, 11.216 all-time RT)

Cuitan gun @weekdies

PSBB PSBB transisi PSBB transisi rev1 PSBB transisi rev2 PSBB transisi rev3 PSBB fix Berharap semoga cepet ada PSBB final fix banget. (Handoko Tjung. @handokotjung, 9 September 2020, 29.863 likes, 13.949 all-time RT)

Mikir PSBB mumet mwnding lihat ini wae mood boster gaess https://t.co/ZFKMOM9dKa (Inul Daratista @daratista_inul, 12 September 2020, 26.363 likes, 7.571 all-time RT)

Cuitan Inul Daratista @daratista_inul

Dari lima cuitan tersebut, kita sudah bisa melihat ada beberapa sifat menonjol yang pantas menjadi masukan untuk mengelola dan mengunggah konten saat pandemi, yaitu humor dan optimisme.

Memilih tema dan mengunggah konten medsos

Sebelum kita mengunggah konten medsos, tentunya hal yang wajib kita pahami adalah kesesuaian konten dengan segmentasi konsumen atau audiens yang dituju. Dalam konteks laman medsos profesional khususnya yang sudah cukup mapan, umumnya fundamental audiens sudah terbentuk dengan baik dan admin medsos sudah mengetahui tujuan keberadaan laman medsos. Jika ada kesalahan-kesalahan, secara umum bersifat minor.

Karenanya, admin medsos sebenarnya adalah pihak yang paling memahami apa saja konten-konten yang paling dibutuhkan dan diinginkan audiens, serta memiliki potensi viral paling tinggi. Apalagi pelantar medsos yang ada saat ini sudah pasti menyediakan bacaan data yang memudahkan pengelola medsos mengetahui mana saja unggahan yang mendapatkan tanggapan positif dan paling memiliki pengaruh.

Maka secara umum, ada empat poin yang harus dipahami saat mengelola konten medsos:

Pertama, pemahaman kebutuhan dan keinginan pelanggan. Saat seorang pengguna medsos memutuskan like dan/atau follow suatu akun, secara umum dia memilih akun yang dia sukai. Jika dia kelak memutuskan unlike atau unfollow akun tersebut, berarti akun tersebut sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan atau memang dia salah saat mengetuk tombol like/follow.

Pemahaman kebutuhan dan keinginan pengikut suatu akun berarti pemahaman terhadap segmentasi suatu produk. Produk yang baik sudah memiliki segmentasi konsumen dari sisi geografi, demografi, psikografi, dan perilaku sedari awal. Produk tersebut kemudian menggunakan media sosial sebagai perantara berhubungan dengan konsumen. Berarti, individu-individu yang memberikan like/follow ke media sosial suatu produk seharusnya memiliki kedekatan atau kesamaan dengan segmentasi produk tersebut.

Maka, berikanlah konten-konten yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen kita di media sosial karena adagium ini berlaku sepanjang waktu, bahkan di luar masa pandemi.

Perempuan Indonesia – Doddy Sudibia

Kedua, selalu cek data-data dan masukan medsos. Pelantar medsos mana pun yang menyediakan akun profesional hampir dipastikan menyediakan menu data yang berguna sebagai masukan untuk pengelola medsos. Sebagai contoh gambar terlampir adalah data pada laman Facebook.

Laman admin FB GudangBang.com

Sebagaimana dapat dilihat pada gambar terlampir, seorang pengelola akun medsos dapat beriklan, mengetahui notifikasi, hingga insight (masukan)yang di dalamnya bisa kita ketahui jangkauan postingan, jumlah like, dll dalam jangka waktu yang bisa kita pilih, misal tujuh hari terakhir, 28 hari terakhir, atau sejak laman dibuat. Masih menggunakan fasiltas yang sama, kita bisa mengetahui unggahan-unggahan mana saja yang paling disukai konsumen dan paling viral sehingga jika diperlukan, kita bisa membuat unggahan serupa di masa depan.

Ketiga, lakukan edukasi COVID-19. Mungkin unggahan mengenai edukasi COVID-19 yang Anda lakukan mendapatkan suka dan bagi sedikit. Mungkin unggahan mengenai edukasi COVID-19 yang Anda lakukan mendapatkan komentar sedikit. Berarti tugas admin medsos memastikan unggahan edukasi COVID-19 yang dilakukan mampu menarik minat dan bagi sebanyak-banyaknya.

Jika kita melihat kenyataan lapangan, termasuk hal-hal negatif yang sudah disampaikan di awal artikel, memang seakan tidak ada gunanya memberikan edukasi mengenai COVID-19. Namun, kita tetap memiliki tanggung jawab moral dan sosial kepada lingkungan sekitar kita. Kita harus tetap memberikan edukasi jaga jarak, mengenakan masker, dan informasi-informasi lainnya yang mampu menekan pertumbuhan pandemi COVID-19.

Jika produk atau perusahaan Anda banyak berhubungan langsung dengan pelanggan, pastikan Anda sudah menjalankan protokol COVID-19 dengan baik.Kemudian, komunikasikan hal-hal apa saja yang sudah bisnis Anda kerjakan untuk memenuhi protokol tersebut, misal petugas menggunakan masker saat berkomunikasi dengan pelanggan, saat transaksi tidak menerima uang tunai dan hanya menerima uang elektronik atau transaksi nirtunai lainnya, selalu ada pengukuran suhu sebelum memasuki ruangan, hingga penyediaan cairan alkohol atau yang setipe untuk keperluan sterilisasi.

Keempat, masukkan humor. Rakyat sudah lelah fisik dan mental dengan keberadaan pandemi COVID-19. Banyak anggota masyarakat yang semula peduli malah menjadi apatis. Sudah ada data-data menyatakan peningkatan stres yang terindikasi akibat pandemi. Pandemi mengakibatkan banyak bisnis tutup, orang-orang kehilangan pekerjaan, pengangguran meningkat, dan masih banyak lagi. Orang-orang yang masih memiliki pekerjaan dan penghasilan pun banyak yang semakin stres karena melulu diam di rumah, jarang berinteraksi, dlsb.

Maka, bantulah meringankan beban mental audiens medsos Anda, antara lain melalui unsur humor dalam konten-konten yang Anda unggah. Apa yang dilakukan Inul Daratista seperti pada contoh sebelumnya adalah tindakan sangat baik untuk menjaga keterikatan dengan audiens sekaligus meringankan stres bagi yang mengalami.

Depok, 20 September 2020

(Andika Priyandana)

Catatan: Versi tersunting artikel ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s