Matematika Dasar di Indonesia dan Soal Matematika SD di Singapura

Sebelumnya saya pernah membuat artikel berisikan jawaban salah satu soal ujian Matematika yang sempat membuat heboh warganet tanah air. Artikel tersebut bisa diketuk di Soal Matematika UN SD 2019.

Soal tersebut meski hanya satu, dianggap terlalu sulit. Bahkan kiriman saya yang membahas soal tersebut di grup guru mendapatkan caci maki karena soal yang dianggap sulit. Ada pula guru-guru yang memilih berdiskusi dengan saya secara pribadi, ingin mengetahui latar belakang dan asal-usul saya. Saya sampaikan apa adanya bahwa saya lahir di Jakarta, kedua orang tua berpendidikan pasca sarjana, dari keluarga menengah atas, rutin masuk institusi pendidikan dasar dan pendidikan tinggi papan atas, dan akses mudah ke ilmu pengetahuan.

Kemudian mereka menyampaikan bahwa coba rasakan mengajar di daerah, di kampung dan di desa. Coba rasakan kegiatan belajar mengajar institusi pendidikan dasar Indonesia di luar puncak menara pendidikan. Rasakan secara langsung betapa lebarnya kesenjangan pendidikan dan pengetahuan di Indonesia meski secara tingkatan formal ada di posisi sama.

Saya memahami penyampaian mereka. Karena tidak perlu jauh-jauh ke daerah, ke kampung, dan ke desa. Di Jakarta saja sudah bisa terasa kesenjangan kualitas pendidikan.

Kembali ke matematika. Perlu diketahui bahwa penguasaan matematika anak kelas 4 SD di Indonesia, hanya ada di atas Yordania, Arab Saudi, Maroko, Afrika Selatan, dan Kuwait. Skor yang diperoleh murid-murid kelas 4 SD di Indonesia hanya 397, jauh di bawah Singapura 618, Korea Selatan 608, dan Jepang, 593 (TIMSS, 2015).

Padahal total jam pelajaran setahun rerata murid Indonesia jauh lebih lama daripada Korea Selatan dan Jepang. Rerata anak-anak Indonesia per tahun menempuh 1095 jam pelajaran, anak-anak Korea Selatan sebanyak 712 jam per tahun, dan Jepang sebanyak 903 jam per tahun.

Bagi yang ingin mengetahui, salah satu contoh soal matematika dalam Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2015 yang diberikan adalah 512 x 3. Hanya separuh murid sekolah kelas 4 di Indonesia yang bisa menjawab soal itu dengan benar. Akibatnya, laporan TIMSS oleh International Association for the Evaluation of Educational Achievement dan Lynch School of Education di Boston College (2015) menempatkan Indonesia pada posisi 45 dari 50 negara yang dikaji.

Maka dipahami pula jika sebagian peneliti menyatakan kondisi pemahaman dan penguasaan matematika anak-anak sekolah di Indonesia masuk tahap “gawat darurat”. Padahal, matematika adalah induk sains yang dengan menguasainya, kita bisa memecahkan persoalan biologi, kimia, fisika, hingga ekonomi.

Soal matematika SD Singapura

Sekarang, mari kita coba cek soal matematika ujian akhir Sekolah Dasar di Singapura, yakni Primary School Leaving Examination (PSLE). Salah satu soal ujian matematika PSLE tiga tahun lalu seperti ini, “Suyin baked some pies. She gave 1/5 of them to her relatives and 30 of them to her friends. She was left with 2/3 of the pies. Then she packed these into 18 boxes. Some boxes contained 6 pies while the rest contained 12. How many pies were packed into the 18 boxes? How many boxes contained 6 pies?

Bagaimana, sudah memikirkan dan menulis jawabannya?
.

.

.

.

Berikut jawaban dari saya yang sudah menempuh pendidikan magister dan berumur 36 tahun:

Kalimat-kalimat kunci soal di atas adalah:

  1. Some pies (berarti ada >= 2),
  2. 1/5 of them (pies) to the relatives,
  3. 30 of them (pies) to her friends,
  4. Left with 2/3 of the pies,
  5. She packed these (2/3 of the pies) into 18 boxes,
  6. Some boxes (sebagian dari 18) contained 6 pies,
  7. The rest (sebagian dari 18) contained 12 (pies).

Dengan memahami tujuh kata kunci di atas, kita sudah bisa mulai menjawab pertanyaan “How many pies were packed into the 18 boxes?” dan “How many boxes contained 6 pies?

Namun sebelum menjawab kedua pertanyaan di atas, kita perlu mengetahui jumlah total pies terlebih dahulu:

Mengetahui jumlah total pies:

Kalimat kunci 4 menyatakan tersisa 2/3 pies yang berarti 1/3 (1/5 + 30) diberikan kepada friend dan relatives.

Persamaannya sebagai berikut:

3/3 = 2/3 + 1/3
>> 1/3 terbentuk dari 1/5 + 30. Maka persamaan di atas bisa dibuat turunannya sebagai berikut:
3/3 = (1/5 + 30) + (1/5 + 30) + (1/5 + 30)
3/3 = 3/5 + 90
>> mari kita samakan penyebut yang ada di sisi kiri dan kanan. Ingat bahwa 90 (pies) = 2/5 dari total.
5/5 = 3/5 + 2/5
>> 2/5 x total pies = 90
Total pies = (90 x 5)/2
Total pies = 450 /2
Total pies = 225

Sekarang kita sudah bisa mengetahui “How many pies were packed into the 18 boxes?

Mengetahui “How many pies were packed into the 18 boxes?

>> Ingat kalimat kunci 4 bahwa pies tersisa adalah 2/3 dari total.

2/3 x 225 = Jumlah pies tersisa
150 = Jumlah pies tersisa
Berarti ada 150 pies yang dimasukkan ke dalam 18 boxes.

Sekarang kita bisa mengetahui “How many boxes contained 6 pies?

Mengetahui “How many boxes contained 6 pies?

>> Ingat kalimat kunci 6 bahwa sebagian dari 18 boxes berisi 6 pies dan kalimat kunci 7 bahwa sebagian dari 18 boxes berisi 12 pies.

Maka kita bisa membuat dua persamaan aljabar yang menggambarkan jumlah total pies dan jumlah total boxes.

Persamaan 1: 6x + 12y = 150
Persamaan 2: x + y = 18 >>> x = 18 – y

6 (18 – y) + 12y = 150
108 – 6y + 12y = 150
108 + 6y = 150
6y = 150 – 108
6y = 42
y = 42/6
y = 7

Ada 7 boxes yang berisi 12 pies.

X + 7 = 18
X = 18 – 7
X = 11

Berarti ada 11 boxes yang berisi 6 pies.

Sekarang, jika rerata anak kualitas SD Singapura mampu menjawab pertanyaan demikian, bagaimana dengan rerata anak SD Indonesia? Seberapa baik kemampuan memecahkan masalah dan mencari solusi anak SD Indonesia dibandingkan dengan anak SD Singapura?

Depok, 18 November 2019
Andika Priyandana