Memasarkan Indonesia Kepada Dunia

Membuat Indonesia semakin cantik dan menarik di mata dunia. Bagaimana caranya?

Avengers: Endgame sedang menjadi sensasi global. Perolehan pendapatan film Marvel teranyar tersebut sukses mengalahkan dominasi Titanic di peringkat 2 film terlaris di dunia. Sedangkan di Indonesia, Avengers: Endgame sukses menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak nomor 1. Hingga artikel ini dikerjakan, Marvel’s End sudah mendapatkan lebih dari 10 juta penonton di Indonesia.

Peta Indonesia di Avengers Endgame

Namun, ada hal yang lebih menarik sehubungan dengan Indonesia dan Marvel’s Endgame, yaitu keberadaan Indonesia di film tersebut. Jika ada di antara Anda yang sudah menonton film tersebut, tentu mengetahui adegan saat Tony Stark berbicara dengan putrinya di kamar tidur. Lalu, di samping tempat tidur, terdapat lampu meja berbentuk bola dunia yang menampakkan peta Indonesia dengan jelas ke kamera.

Pertanyaannya, apakah penampakan peta Indonesia di Marvel’s Endgame hasil pemikiran internal kru Endgame, permintaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, atau ada pihak lainnya?

Terlepas dari siapa yang memiliki ide menyusupkan peta Indonesia ke dalam film tersebut, topik Indonesia populer secara positif di mata global dan tentu saja, hal ini sama dengan memasarkan Indonesia kepada dunia.

Keunikan Indonesia di Mata Global

Gadis Sumatera Barat – sumber Pixabay – ihsanadity

Saat dunia membicarakan pariwisata Indonesia sejak ratusan tahun lalu, yang mereka bicarakan secara rutin adalah budaya, lalu keindahan alam. Karakter bangsa Indonesia dengan darah seni kental bahkan sudah terekam dalam buku The History of Java karya Sir Thomas Stamford Raffles yang terbit tahun 1817.

Berdoa di Bali – sumber Pixabay – LisaRoja

Memasuki abad 21, citra Indonesia yang melekat dengan produk budaya dan seni masih memancar kuat. Salah satu buktinya muncul menjelang penghujung 2018 dari Lonely’s Planet. Setiap tahun, Lonely Planet’s Best in Travel list memulai kerja dengan daftar nominasi yang disarankan para penyunting, periset, tokoh-tokoh lokal, dan pemberi pengaruh, yang kemudian dipilih dan dibuat ranking (Lonely Planet’s Best in Travel list) oleh dewan juri. Hasil akhir ranking adalah daftar tujuan wisata dengan daya tarik kuat, unik, memikat, dan memiliki alasan kuat untuk dikunjungi pada tahun yang akan datang dan menjadi bagian signifikan dari tren wisata dunia.

Gadis Minang – sumber Pixabay – aiilolo

Indonesia, dengan segala keunikannya dari sisi budaya hingga flora dan fauna, masuk dalam daftar 10 besar Negara untuk Dikunjungi tahun 2019 versi Lonely Planet.

Wanita Bali tersenyum

Indonesia duduk pada posisi tujuh dan menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar 10 besar. Yang lebih menarik, Lonely Planet menjadikan gambar Pura Ulun Danu Batur di Pulau Bali sebagai sampul buku Best in Travel 2019 hasil publikasi Lonely Planet.

Di dalam situsnya, Lonely Planet menulis: “Indonesia is as diverse as its span is long, from new eco-resorts offering orangutan encounters in Sumatra to the tribal traditions of Papua. More than 17,000 islands make up the medley of cultures, cuisines, and religions across the archipelago, offering a kaleidoscope of experience. Earthquakes recently struck some parts of Indonesia, which is located on the volcano-lined Pacific Ring of Fire. The response to these natural disasters is ongoing, but much of this sprawling country remains safe for visitors. Thanks to substantial investment in new air, land, and sea connections, plus recent visa-free access for nationals of 19 countries, it has never been easier to explore this tropical country.” 

Dari penjabaran Lonely Planet tersebut, terdapat penjelasan kata kunci “cultures” dan kata kunci turunan seperti “tribal traditions”, “cuisines”, “religions”, yang mendominasi penjelasan. Melebihi kata kunci-kata kunci yang berhubungan dengan alam, flora, dan fauna seperti “orang utan” dan “tropical country”.

Dapat dikatakan, penggambaran Indonesia pada abad 21 masih relatif sama dengan abad-abad sebelumnya. Produk-produk budaya khas Indonesia masih sangat memikat warga global untuk berwisata, melebihi panorama alam yang ada. Hal tersebut dapat dimaklumi. Karena urusan panorama alam, Indonesia sebagai negara tropis dapat dicari tandingannya di FIlipina, Malaysia, Thailand, Maladewa, hingga India.

Bahkan urusan tandingan, negara-negara tetangga di Asia Tenggara masih ada yang mengalahkan Indonesia untuk urusan jumlah kunjungan turis global. Tak dapat dipungkiri, meski Indonesia dalam beberapa parameter pemasaran berhasil mengalahkan negara-negara tetangga, tetapi negara-negara tetangga lebih berhasil memberikan pengalaman tak terlupakan kepada para turis mancanegara yang memberikan efek getok tular dan kunjungan berulang dari turis mancanegara dengan kuantitas lebih besar.

Jaga dan lestarikan budaya khas Indonesia

tarian adat Indonesia

Budaya Indonesia, mulai dari kuliner, tarian, desain baju daerah, desain bangunan suku-suku Indonesia, hingga aliran kepercayaan Indonesia seperti Sunda Wiwitan dan Parmalim adalah daya tarik bagi turis mancanegara. Kalau kita memang ingin memasarkan Indonesia kepada dunia dan mendapatkan citra positif, kita wajib menjaga dan melestarikan produk budaya tersebut.

Bencana-bencana alam yang terjadi memang memberikan dampak negatif kepada sejumlah tujuan wisata, tetapi sebagian besar wilayah tetap aman dikunjungi. Investasi negara dan pembangunan infrastruktur skala massal turut meningkatkan konektivitas dan semakin memudahkan turis mancanegara berkunjung ke Indonesia.

Namun ingat juga bahwa Indonesia masih memiliki masalah-masalah intoleransi yang sudah masuk radar global dan adanya usaha-usaha untuk menggerus budaya khas Indonesia, misal pakaian daerah dan tarian daerah. Jika kita masih ingin Indonesia terus memancarkan pesonanya di mata dunia, kita wajib menjadi warisan leluhur dan melawan usaha-usaha penggerusan budaya Indonesia.

Depok, 13 Mei 2019

(Andika Priyandana)

Catatan: Versi tersunting artikel ini telah termuat di Majalah Marketing edisi Juni 2019

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s