Kanal Media Digital: Tujuan Penggunaan dan Tipe

Manfaat mengoptimalkan kanal media digital untuk mendukung pencapaian tujuan bisnis.

Mari blak-blakkan. Berapa banyak entitas (pemerintah, swasta, dll), meski masuk skala besar, terlihat gelagapan saat masuk dunia digital? Perilaku gelagapan tersebut terlihat mulai dari anggaran berlebihan untuk hasil semenjana, penerapan indikator performa yang salah, pemilihan kanal media digital yang tidak tepat, hingga kesalahan penetapan prioritas.

Untuk mengurangi kesalahan tersebut, misal dalam konteks pemilihan kanal media digital, kita wajib mengetahui bagaimana cara kanal-kanal media digital yang dipilih mampu mendukung tujuan bisnis. Salah satu kerangka kerja yang dapat digunakan untuk pemilihan kanal media digital adalah RACE (Reach-Act (Interact)-Convert-Engage) yang dikembangkan oleh Smart Insights (2010) untuk membantu marketer mengelola dan memerbaiki nilai-nilai komersial dari pemasaran digital.

RACE Framework – Smartinsights.com

RACE terdiri dari empat langkah yang didesain untuk membantu melibatkan prospek, konsumen, dan fans merek di sepanjang daur hidup konsumen:

  • Langkah pertama: Reach – Membangun tampilan jenama, produk-produk yang tersedia baik di situs-situs dan media luring serta membangun traffic dengan mengarahkan kunjungan ke dalam tampilan situs.
  • Langkah kedua: Interact – Melibatkan audiens dengan jenama di dalam situs atau dalam tampilan daring lainnya untuk mendorong mereka bertindak atau berinteraksi dengan perusahaan atau konsumen lainnya.
  • Langkah ketiga: Convert – Meraih konversi untuk mencapai tujuan marketing, misal jumlah likes dan prospek dalam tampilan situs dan luring.
  • Langkah keempat: Engage – Membangun hubungan dengan konsumen secara berkelanjutan untuk meraih target retensi.

Perlu diketahui, kanal-kanal digital mampu bekerja dengan sangat baik saat diintegrasikan dengan kanal-kanal lainnya, misal kanal-kanal media digital yang sesuai dengan profil konsumen sebaiknya dikombinasikan dengan kanal-kanal media luring tradisional. Aspek terpenting dari integrasi ini adalah pertama-tama penggunaan media tradisional untuk mendapatkan kesadaran konsumen akan manfaat tampilan daring pada tahap Reach dan Interact, dan kedua adalah tahap Convert dan Engage yang mana konsumen dapat memilih untuk berinteraksi dengan konsumen lainnya.

Tipe-tipe kunci kanal media digital

Setelah kita mengetahui kerangka kerja untuk mendukung tujuan bisnis, sekarang kita memelajari alat-alat komunikasi daring yang perlu diketahui sebagai bagian dari strategi komunikasi atau sebagai bagian dari kampanye pemasaran daring. Chaffey dan Smith (2008) membagi alat-alat marketing daring tersebut menjadi enam grup utama, yaitu:

  1. Search Engine Marketing. Penempatan pesan-pesan di dalam situs penelusur untuk mendorong klik menuju situs saat pengguna mengetikkan kata kunci spesifik adalah pengertian Search Engine Marketing (SEM). Dua teknik search marketing adalah penempatan berbayar atau tautan sponsor menggunakan pay-per-click (PPC), dan penempatan secara organik dalam indeks situs penelusur menggunakan Search Engine Optimization (SEO). Khusus untuk SEO, tidak ada biaya yang dikenakan saat ada pengguna melakukan klik dari situs penelusur.
  1. Online PR. Memaksimalkan sebutan-sebutan positif terhadap jenama, perusahaan, produk, atau situs melalui situs pihak ketiga seperti media sosial, blog, podcast, dan feed yang mungkin dapat semakin meningkatkan pembicaraan positif adalah tugas Public Relation (PR). Tugas PR termasuk merespon dan mengelola sebutan-sebutan negatif dan menjalankan kegiatan komunikasi publik, antara lain melalui situs dan kemudian lebih diresonansikan lagi melalaui media sosial, blog, dan media massa umum.
  1. Online partnerships. Menciptakan dan mengelola perencanaan jangka panjang untuk memromosikan pelayanan perusahaan melalui situs pihak ketiga atau melalui komunikasi surel. Bentuk-bentuk kemitraan tersebut termasuk membangun tautan, affiliate marketing, dan situs agregator seperti situs pembanding harga, sponsor daring, dan co-branding.
  1. Display advertising. Menggunakan iklan daring seperti online media display atau banner untuk meraih target jumlah tampilan jenama di mata konsumen, serta mendorong klik menuju situs yang sudah disiapkan.
  1. Opt-in email marketing. Menggunakan daftar surel yang sudah ada atau menempatkan iklan dalam newsletter pihak ketiga yang memiliki kumpulan audiens sesuai dengan konsumen kita dengan tujuan retensi konsumen dan aktivasi konsumen.
  1. Social media marketing. Perusahaan dapat berpartisipasi dan beriklan dalam jaringan situs-situs media sosial serta komunitas untuk meraih konsumen dan terlibat dengan konsumen. Melalui social media marketing, perusahaan dapat menciptakan viral marketing atau getok tular daring untuk meningkatkan visibilitas jenama di mata konsumen. Melalui getok tular daring, konten-konten dibagikan dan pesan-pesan diteruskan ke lebih banyak audiens sehingga kesadaran konsumen terhadap jenama semakin tinggi dan banyak di sebagian kasus, dapat meningkatkan jumlah prospek.

Melalui social media marketing, perusahaan juga dapat berkomunikasi dengan konsumen dan mendorong mereka untuk melakukan klik menuju situs perusahaan. Bahkan dalam konteks Indonesia dan jenama-jenama dengan model bisnis B2C dan C2C, social media marketing rutin menjadi alat ampuh untuk mencapai tujuan marketing secara relevan.

Depok, 8 Agustus 2018

(Andika Priyandana; disadur dari Digital Marketing: Strategy, Implementation, and Practice (2012)).

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s