Marketing… Permisiii…

Meminta izin alias permisi adalah bagian dari tata krama manusia beradab. Maka, aktivitas marketing pun perlu permisi. Bagaimana pelaksanaannya?

Ilustrasi perempuan stres – sumber Pixabaycom – RobinHiggins

Surel sampah, sms sampah, dan berbagai macam pesan sampah lainnya hampir bisa dipastikan pernah dirasakan mayoritas masyarakat, khususnya yang sudah biasa bersentuhan dengan teknologi komunikasi dan internet. Jika kita ingin melihat contoh-contoh surel sampah, coba sesekali mengecek folder spam yang ada dalam fasilitas surel kita. Perhatikan bahwa sebagian besar isinya sama sekali tidak relevan dengan kebutuhan kita. Atau, coba cek fitur sms kita. Sudah tidak terhitung jumlah kita menerima sms penawaran jasa-jasa yang tidak relevan dengan kebutuhan kita.

Itulah kalimat kunci yang secara simpel bisa mengategorikan apakah sebuah usaha marketing termasuk sampah atau bukan. Kalimat kunci itu adalah, “Tidak relevan dengan kebutuhan kita.”

Contoh lain bentuk komunikasi marketing yang memiliki potensi tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen atau kurang presisi dalam melakukan aktivitas targeting adalah pemasaran massal (contoh televisi dan radio). Pemasaran massal tidak memungkinkan marketer memilih segmen konsumen yang dituju (targeting) dengan tingkat presisi tinggi. Maka, muncul konsep direct marketing sebagai alternative pengganti pemasaran massal.

Direct marketing memiliki penekanan sama seperti one-to-one marketing (Peppers and Rogers, 1993). Lalu, Seth Godin melalui buku Permission Marketing: Turning Strangers into Friends, and Friends into Customers, memberikan ide yang lebih tajam lagi, yaitu permission marketing.

Permission marketing mungkin masih menjadi istilah asing bagi banyak orang dan jelas bukan yang banyak orang bakal pikirkan saat kata “marketing” masuk dalam pembicaraan. Berbeda dibandingkan dengan marketing pada umumnya, permission marketing muncul karena diundang atau minimal diizinkan oleh para konsumen yang menerimanya, dan mayoritas dari mereka akan menjadi bagian dari pasar atau audiens yang dituju oleh perusahaan.

Mari menyelami permission marketing secara lebih mendalam dan kita bakal mengetahui lebih jernih mengenai apa itu permission marketing, manfaatnya, dan implementasinya di lapangan.

Permission marketing adalah…

Permission marketing adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh marketer dan pengelola merek saat mereka sudah mendapatkan izin dari para konsumen untuk berkomunikasi dengan mereka. Izin ini menunjukkan bahwa para marketer dan pengelola merek memiliki legitimasi untuk mengirim para pelanggan pesan-pesan pemasaran.

Izin melakukan kegiatan pemasaran yang diperoleh melalui berbagai cara, tetapi permission marketing umumnya diperoleh karena adanya insentif yang mendorong para pelanggan melakukan “pendaftaran” ke dalam pusat data atau “daftar pelanggan”. Insentif-insentif tersebut tidak selalu sama karena menyesuaikan dengan profil dan karakteristik pelanggan.

Setelah seorang konsumen setuju menerima pesan-pesan marketing, para marketer dan pengelola merek dapat mengirim mereka pesan-pesan marketing, penawaran, dan berita yang berhubungan dengan produk, perusahaan, termasuk insentif yang sudah dijanjikan. Perusahaan akan berkomunikasi dengan para konsumen atas basis izin yang sudah diberikan. Para konsumen pun dapat menarik kembali izin yang sudah mereka berikan, misalnya dengan “unsubscribe”.

Manfaat permission marketing

Tak dapat dipungkiri bahwa permission marketing dapat terlaksana dan tereksekusi dengan baik karena kehadiran teknologi digital dan internet. Dari sisi konsumen, mereka memiliki keleluasaan memilih situs mana pun yang mereka inginkan, berpindah-pindah kanal sesuai kemauan mereka, bahkan menutup iklan saat baru berjalan. Para produsen juga semakin dimungkinkan melakukan kegiatan marketing yang jauh lebih presisi dibandingkan dengan marketing konvensional.

Fitur utama permission marketing adalah para konsumen memang berharap dan berkeinginan untuk mendengar berita dari merek yang sudah mereka berikan izin melakukan kegiatan marketing, dan persetujuan sekaligus keinginan ini memberikan manfaat bagi perusahaan dan pelanggan secara bersama-sama.

Manfaat permission marketing bagi perusahaan termasuk:

  • Kegiatan pemasaran yang lebih tajam berarti menaikkan probabilitas penjualan,
  • Kemampuan menggunaan metode berbiaya kecil (misal surel) secara lebih efektif,
  • Mudah diuji coba dan dilacak,
  • Biaya marketing yang terbuang percuma semakin menurun,
  • Nilai usia konsumen semakin meningkat,
  • Kesempatan yang lebih banyak untuk melakukan penjualan-penjualan tambahan, rujukan, dan promosi,
  • Konversi lead yang lebih berkualitas menjadi konsumen.

Secara umum, lebih dari 50% leads tidak akan membeli dengan segera, tetapi mereka akan membeli di kemudian hari sebagai hasil dari permission marketing. Hal ini berarti secara harfiah, perusahaan dapat menggandakan penjualan dengan permission marketing.

Sedangkan manfaat permission marketing bagi konsumen termasuk:

  • Menerima informasi yang menarik atau berguna,
  • Menerima berita mengenai produk-produk yang relevan,
  • Menghemat uang dengan tawaran-tawaran spesial,
  • Insentif di awal,

Semua manfaat-manfaat tersebut jika dikombinasikan memberikan gambaran bahwa permission marketing adalah kegiatan marketing yang paling hemat dari sisi biaya bagi perusahaan dan paling minimal dari sisi intrusif serta paling bernilai bagi mayoritas konsumen. Hal ini menandakan permission marketing adalah keharusan bagi setiap perusahaan yang ingin meningkatkan investasi marketing mereka, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Penerapan permission marketing

Penerapan permission marketing sebenarnya sudah dilakukan sejak era marketing konvensional, yaitu melalui formulir-formulir, komunikasi yang tercipta di titik-titik penjualan, atau media serupa lainnya. Sedangkan secara daring, permission marketing dapat dilakukan melalui formulir-formulir web, pop-up message, dan laman khusus untuk meminta izin.

Permission marketing biasanya selain dalam bentuk meminta izin melakukan kegiatan pemasaran, juga meminta kontak-kontak pelanggan, antara lain nama, surel, dan daftar tersebut dapat bertambah panjang sesuai dengan persetujuan yang diberikan konsumen, misal nomor ponsel, kontak media sosial, alamat rumah, dan perilaku pembelian serta penelusuran di dalam web.

Agar pelanggan mau memberikan kontaknya dan mau bergabung ke dalam milis, sebaiknya ada insentif yang diberikan perusahaan. Insentif dapat berbentuk dalam berbagai hal, misal:

  • Laporan-laporan yang bermanfaat,
  • Kursus,
  • Informasi tambahan,
  • Keanggotaan di klub,
  • Diskon dan penawaran,
  • Akses eksklusif ke pelayanan dan pelatihan.

Tujuan dari insentif-insentif yang ditawarkan adalah membujuk konsumen mau masuk ke dalam pusat data dan menerima pesan-pesan marketing. Manfaat lainnya untuk perusahaan adalah kesempatan mendemonstrasikan kemampuan, kualitas produk, dan merek.

Saat pelanggan sudah bersedia bergabung dalam pusat data, lalu masuk dalam milis, dan menerima pesan-pesan pemasaran, perusahaan wajib tetap mengingat dua hal, yaitu privasi dan opsi keluar. Privasi adalah hal sensitive dan informasi pribadi konsumen dilindungi oleh hukum positif. Pastikan perusahaan menjaga data tersebut sebaik mungkin dan tidak asal menyebarluaskan. Sedangkan opsi keluar adalah keharusan dalam permission marketing. Adanya opsi keluar memungkinkan konsumen menarik kembali izinnya jika dia merasa sudah mendapatkan cukup banyak informasi atau perusahaan terasa mulai membosankan bagi dirinya.

Otomasi proses permission marketing

Permission marketing akan menjadi hal yang sangat melelahkan jika kita lakukan secara manual. Dengan kemajuan teknologi berupa piranti lunak, kita dapat mengotomasikan proses permission marketing, mulai dari proses pendaftaran (pengumpulan data) dan mengirim pesan sebanyak yang kita inginkan. Pastikan piranti lunak yang kita gunakan sesuai dengan kantong kita, dapat dijalankan melalui komputer personal, dan berjalan dengan komputasi awan.

Jakarta, 22 Oktober 2017

(Andika Priyandana; dari berbagai sumber)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s