Menjalankan Paid Search Marketing

Bingung dan kesulitan mengeksekusi Search Engine Optimization? Cobalah menggunakan Paid Search Marketing!

Dalam dunia digital marketing, Search Engine Optimization (SEO) adalah contoh taktik yang paling populer sekaligus sulit dilakukan, khususnya oleh perusahaan-perusahaan yang masih dalam tahap awal dalam eksekusi pemasaran digital.

Paid Search Marketing alias Penelusuran Marketing Berbayar dapat menjadi jalan pintas agar konten situs yang kita inginkan dapat muncul dengan segera di halaman satu situs penelusur. Selain itu, penelusuran pemasaran pemasaran berbayar memberikan kontrol yang lebih besar kepada penggunanya dalam hal tampilan di indeks situs penelusur, besaran biaya yang ingin dikeluarkan, hingga relevansi iklan yang dieksekusi.

Paid Search Marketing sangat erat dengan situs penelusur dan tiap situs penelusur memiliki layanan penelusuran pemasaran berbayar masing-masing:

  • Google Adwords (adwords.google.com)
  • Microsoft Bing (adcenter.microsoft.com)

Secara ringkas, penelusuran pemasaran berbayar adalah tautan bersponsor alias berbayar. Tautan berbayar ini ditampilkan oleh situs penelusur di halaman pertama hasil penelurusan kata kunci tertentu. Model utama penelusuran pemasaran berbayar dalam situs penelusur adalah marketing pay-per-click (PPC).

Iklan makanan kucing di Google

Paid search content network

Paid listings (Indeks berbayar) juga tersedia melalui display network dari situs penelusur, misalnya Google Adsense dan Yahoo! Content Match. Iklan kontekstual tersebut secara otomatis menampilkan berbasis konten laman. Tampilan yang ditunjukkan kepada pelanggan dapat dibayar dengan metode CPC, CPM, atau CPA (pay-per-action). Dengan basis perhitungan tersebut, perhitungan tidak hanya dilakukan terhadap teks iklan, tetapi bisa juga terhadap iklan dengan tampilan grafis atau iklan video. Google adalah contoh perusahaan yang mendapatkan besaran pendapatan sangat signifikan melalui jaringan konten yang dimiliki.

Apa yang menentukan posisi dalam penelusuran berbayar?

Pada periode awal program PPC, ranking relatif dari sponsor berbayar umumnya berbasis lelang untuk setiap frase kata kunci. Jadi, hasil lelang murni dengan biaya PPC yang menentukan ranking. Namun kini, perusahaan atau entitas yang siap membayar iklan dengan harga tertinggi akan mendapatkan ranking teratas. Situs penelusur juga akan mengambil CTR relatif untuk menentukan posisi iklan berbayar. Sebagai contoh, secara umum iklan dengan posisi yang lebih rendah mendapatkan CTR yang juga lebih rendah.

Analisis CTR untuk menentukan posisi adalah bagian dari skor kualitas. Konsep tersebut awalnya dikembangkan oleh Google, namun kini sudah terintegrasi dan menjadi bagian dari Microsoft Bing dan jaringan penelusur Yahoo!

Memahami skor kualitas adalah kunci kesuksesan penelusuran pemasaran berbayar. Bagi entitas yang ingin menggunakan penelusuran marketing berbayar dan dampaknya, wajib memikirkan konten situs, susunan kata, dan kalimat yang ingin ditampilkan dalam iklan. Google mengembangkan skor kualiitas karena mereka menyadari bahwa memberikan relevansi melalui tautan berbayar adalah tahapan esensial dalam pengalaman pelanggan, dan tentunya laba Google.

Sebagaimana yang dijelaskan Google dalam laman Bantuan AdWords:

Skor Kualitas adalah taksiran kualitas iklan, kata kunci, dan halaman landing. Iklan dengan kualitas lebih tinggi dapat menghasilkan biaya yang lebih rendah dan posisi iklan yang lebih baik.

  • Anda dapat melihat Skor Kualitas (dilaporkan dalam skala 1-10) dan komponennya (rasio klik-tayang, relevansi iklan, dan pengalaman halaman landing yang diharapkan) di bidang “Analisis Kata Kunci” di akun.
  • Semakin relevan iklan dan halaman landing bagi pengguna, semakin besar kemungkinan Anda mendapatkan Skor Kualitas yang lebih tinggi.

Maka, dari deskripsi ringkas di atas, skor kualitas Google dapat diformulasikan sebagai berikut:

Skor kualitas = (CTR kata kunci, relevansi teks iklan, relevansi kata kunci, relevansi laman tujuan, dan metode-metode lainnya yang mengukur relevansi)

Jadi, rasio CTR yang lebih tinggi dan diraih melalui kreativitas penyusunan kata dipandang sebagai relevan oleh Google, apalagi Google kini sudah menggunakan AdBots untuk mengecek tingkat relevansi. Melalui relevansi kata kunci yang semakin tinggi, biaya iklan dapat semakin rendah dan posisi iklan di dalam indeks Google juga semakin baik.

Kelebihan dan kekurangan penelusuran marketing berbayar

Indeks berbayar, atau tautan berbayar, sangat penting untuk mencapai visibilitas tinggi di mata konsumen saat menggunakan situs penelusur. Algoritma situs penelusur yang terus diperbarui juga memungkinkan tingkat kompetitif tetap terjaga di level yang baik. Algoritma yang eksis saat ini juga mendorong para pembuat konten situs menjaga dan terus meningkatkan kualitas pekerjaan agar hasil karyanya dapat muncul secara organik di halaman utama saat pelanggan melakukan penelusuran.

Jadi secara garis besar, kelebihan paid search marketing adalah pengiklan tidak perlu membayar agar iklannya ditampilkan. Biaya baru muncul saat iklan diklik dan pengunjung diarahkan ke situs pengiklan. Karenanya model ini disebut cost-per-click (CPC). Namun selain CPC, juga ada teknik-teknik lain, misalnya CPM (site targeting) dan CPM (pay-per-action).

Kelebihan lainnya dari penelusuran marketing berbayar adalah iklan PPC yang sangat sesuai target. Iklan relevan yang di dalamnya tertanam tautan menuju situs pengiklan hanya muncul jika ada seorang pelanggan mengetik kata kunci spesifik (atau iklan muncul melalui jaringan konten, dan muncul karena ada konten relevan dalam laman penerbit). Jadi, kemungkinan biaya yang terbuang percuma jauh berkurang dibandingkan dengan media pemasaran lainnya.

Sedangkan di sisi lain, ada kekurangan-kekurangan yang patut menjadi perhatian. Iklan PPC sangat kompetitif dan mahal, khususnya untuk kata-kata kunci populer. Keberadaan kata-kata kunci populer ini mengakibatkan nilai yang muncul melalui lelang naik ke harga yang tidak masuk akal, misal kopi mandailing yang nilainya lebih dari Rp 10.000 perklik.

Kekurangan lain adalah perlunya pengetahuan yang spesifik. Saat kita menjalankan iklan PPC, kita perlu memahami konfigurasi kata kunci, pilihan lelang, dan fasilitas-fasilitas pelaporan dari berbagai jaringan iklan kata kunci yang berbeda. Pengiklan memang bisa melatih staf internal, namun staf internal tersebut wajib memperbarui pengetahuannya secara rutin mengenai layanan-layanan penelusuran berbayar.

Jakarta, 29 Mei 2017

(Andika Priyandana)

Catatan: Artikel tersunting telah dimuat di Majalah Marketing edisi Juli 2017

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s