Asmara Heboh Via Biro Jodoh Digital

Bisakah aplikasi digital bisa menjadi pelantar untuk kampanye marketing?

Ilustrasi mencari pasangan lewat aplikasi kencan – sumber gambar SheKnowsdotcom

Dahulu kala, jika kita ingin mencari pasangan, kita akan mendatangi tempat dan forum yang biasa menjadi tempat berkumpul lawan jenis. Bentuk tempat atau forum cari pasangan ini bisa berupa pesta di alun-alun kota, kegiatan keagamaan, hingga pusat perbelanjaan.

Di tempat-tempat tersebut, berbagai cara cari pasangan dipertontonkan. Mulai dari pura-pura batuk di dekat lawan jenis, sengaja bolak-balik dekat lawan jenis, menyapa terlebih dahulu, atau tiba-tiba memberikan sesuatu kepada seseorang yang ditaksir. Namun cara-cara tersebut saat ini sudah mulai masuk kategori konvensional. Di daerah perkotaan dan daerah lain yang sudah tersentuh akses internet, tempat cari pasangan bermula di ranah digital.

Salah satu bukti bahwa mencari pasangan lewat internet semakin menjadi tren dapat dilihat dari angka penelusuran ide-ide kata kunci yang berhubungan dengan ‘biro jodoh digital’ di Google. Data Google berbicara bahwa di Indonesia, setiap bulan terdapat antara 100.000 s.d. 1.000.000 penelusuran kata kunci yang berhubungan dengan ‘biro jodoh digital’, mulai dari ‘jodoh online’, ‘situs jodoh’, hingga ‘jodoh janda’.

Data kata kunci yang ada sekaligus mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki latar belakang mencari pasangan yang semakin bervariasi. Masyarakat Indonesia era modern tidak lagi mencari pasangan untuk tujuan mencari jodoh sehidup semati. Mereka, baik pria dan wanita, juga mencari pasangan untuk pacaran, teman tapi mesra, cinta satu malam, pasangan kencan, eksperimen seks, mencari teman curhat, bahkan mencari pekerja profesional yang bisa dijadikan pacar pura-pura untuk keperluan bertemu teman-teman atau keluarga besar!

Meski demikian, bukan berarti internet sebagai forum mencari jodoh era modern kehilangan tajinya. Para pengguna aplikasi kencan online juga tidak melulu orang-orang pasrah yang masuk kategori jomblo ngenes. Ambil contoh tahun 2017, seberapa sering kita menemukan teman-teman kita dengan latar belakang keluarga, ekonomi, dan pendidikan yang sangat baik menemukan pasangan tercatat dalam buku pernikahan melalui situs atau aplikasi kencan online?

Mungkin agak sulit dipercaya tapi kenyataannya memang semakin banyak pasangan suami istri di Indonesia yang bertemu pertama kali melalui aplikasi kencan online.

Contoh aplikasi kencan daring tersebut (online dating application) tersebut mudah kita temukan di web maupun mobile dengan pelantar android maupun iOS, misalnya Tinder, OK Cupid, dan Setipe. Jika kita menggunakan Tinder, kita bisa membuat akun Tinder dengan akun Facebook, memasukkan foto-foto yang menarik hingga maksimal enam buah, dan membuat deskripsi pribadi secara ringkas.

Sesudah mengerjakan semua hal tersebut, kita bisa mulai mencari pasangan dengan basis lokasi dan geser kanan (suka) atau geser kiri (tidak suka). Jika match, silahkan inisiasi obrolan mengajak bertemu, meminta nomor ponsel, atau langsung mengajak kencan.

Selain Tinder, bagi para pencari pasangan yang menginginkan kriteria pemilihan yang lebih tajam dari sisi kesamaan minat, bisa menggunakan aplikasi OK Cupid. Seusai membuat akun profil OK Cupid, kita akan ditanyakan berbagai pertanyaan, antara lain yang berhubungan dengan preferensi politik, pilihan makanan dan minuman, orientasi seksual, tujuan menggunakan OK Cupid, dan jenis olahraga yang disukai.

Di sela-sela menjawab pertanyaan, kita bisa mencari pasangan tanpa harus match. Sebagai contoh, kita bisa langsung mengetahui berapa besar persentase kesamaan dengan seseorang yang kita sukai dan mengirim pesan perkenalan.

Kapan marketer memanfaatkan kesempatan dalam aplikasi kencan?

Deskripsi popularitas aplikasi kencan daring di Indonesia menjelaskan bahwa perantara pencari pasangan di dunia internet sudah menjadi bagian utama ekosistem teknologi di Indonesia. Hal ini mengindikasikan jika sebelumnya aplikasi kencan daring terfokus digunakan hanya oleh para pengguna internet, serta meraih popularitas melalui getok tular dan jejaring sosial, kini kesempatan unik bagi para marketer telah terbuka.

Kesempatan tersebut terbuka antara lain karena basis pengguna aplikasi kencan daring yang terus membesar dan semakin bernilai tinggi. Sebagai contoh di Amerika Serikat, industri kencan online sudah menghasilkan lebih dari US$ 2 miliar per tahun. Sedangkan di benua Eropa, tepatnya Inggris, hampir 25 persen orang-orang Inggris tetap menggunakan aplikasi kencan daring meski mereka sudah memiliki pasangan. Angka tersebut bahkan naik hingga 34 persen di Irlandia Utara. Sebanyak 25 persen orang Inggris juga mengakui kalau memiliki minimal satu atau lebih aplikasi kencan terinstalasi di ponsel pintar mereka (studi HTC, 2016).

Tinder sebagai pemain terbesar aplikasi kencan telah ditahbiskan sebagai aplikasi kencan terbaik sepanjang masa di iPhone (Mashable, 2015). Secara statistik, pencapaian Tinder temasuk mengagumkan, Terdapat sekitar 9,6 juta pengguna aktif per hari dan 583.000 anggota berbayar di kuartal 4 2015, para pengguna Tinder menghabiskan secara rerata 35 menit per hari menggunakan aplikasi Tinder, memiliki pengguna di 196 negara dan aktivitas geser lebih dari satu miliar per hari (Datingsitereviews.com).

Menilik data dan statistik tersebut, terlepas dari standar moralitas atau profesionalisme yang kita pegang, ukuran dan potensi aplikasi kencan daring jelas tidak dapat diremehkan untuk keperluan kampanye marketing. Ringkasnya, para marketer jeli mampu mengubah sebuah kencan menjadi momen marketing.

Marketing dalam aktivitas mencari kencan

Online Dating App Digital Marketing

Mencari cinta dan rasa intim sudah menjadi kebutuhan dasar manusia. Karenanya sangat dipahami jika aplikasi kencan yang benar-benar mampu memenuhi kebutuhan tersebut mampu meraih popuritas dan basis pengguna yang kuat.

Berbicara kemungkinan sisi negatif, tak dapat dipungkiri memang ada. Sudah ada beberapa kasus meski jarang, yaitu keterkaitan dengan industri film dewasa dan pornografi. Meski demikian secara umum dan sangat mayoritas, pengguna normal pria dan wanita dengan profesi sebagai pekerja profesional, pebisnis, pelajar, pecinta makanan, dan masih banyak lagi dapat kita temukan di dalam aplikasi kencan daring.

Selama ini saat berbicara digital marketing di Indonesia, Facebook rutin dipuja sebagai kanal marketing esensial. Dukungan data memang menegaskan pilihan tersebut. Lebih dari 50 persen pengguna aplikasi Facebook selalu mengecek akun mereka setiap hari. Aktivitas tersebut tentunya memberikan data aktivitas daring yang sangat berharga bagi para marketer.

Namun angka tersebut mampu disamai oleh aplikasi kencan yang ada di pasaran. Menurut Survey Monkey, Match.com, Plenty of Fish and Happn, JSwipe, Coffee Meets Bagel, Lulu, dan Tinder melihat lebih dari 50 persen pengguna mereka rutin mengecek akun setiap hari. Berarti, ada momen-momen marketing dalam aplikasi kencan daring.

Jika kita berkesempatan melihat data aktivitas penggunaan situs kencan daring, ada temuan-temuan lain yang menarik. Sebagai contoh bahwa pengguna Tinder aktif mulai jam 21:00, hari-hari yang populer untuk menggunakan aplikasi kencan adalah Selasa dan Rabu sejak siang hingga menjelang malam, dlsb. Apa kira-kira yang dicari para pengguna aplikasi kencan daring pada hari dan jam tertentu tersebut?

Sean Rad (Pendiri dan CEO Tinder) mengakui bahwa dia melihat masa depan Tinder dalam periklanan. Terbukti bahwa banyak pengguna sangat lekat menggunakan aplikasi kencan daring dan menunjukkan iklan kepada mereka adalah kesempatan untuk para marketer.

Profil pelanggan aplikasi kencan di internet

Bagi para marketer, memahami alur interaksi pelanggan saat bersentuhan dengan merek sejak bangun tidur hingga kembali tidur adalah kewajiban. Untuk mencapai pemahaman tersebut, ilmu marketing mewajibkan kita mengetahui profil pelanggan selengkap mungkin, baik geografi, demografi, dan psikografi. Data profil pelanggan tersebut terkumpul melalui riset kualitatif dan kuantitatif. Dalam konteks digital, data tersebut dapat diperoleh melalui in-site cookies dan analisis prediktif.

Semua data tersebut diolah dan dikombinasikan sehingga keputusan efektif dan efisien dapat diambil. Dalam perspektif industri kencan daring, berarti kita harus mengetahui apa yang mereka suka dan tidak suka dan bagaimana cara mengontak mereka. Kita perlu mengetahui bagaimana preferensi pilihan pasangan mereka secara fisik dan profil yang ditulis sehingga para pengguna aplikasi kencan daring mendapatkan apa yang mereka inginkan, yaitu pasangan dengan tingkat kecocokan yang baik.

Melalui analisis profil, preferensi memilih pasangan, hingga lokasi mereka mengakses aplikasi kencan, merek-merek yang tertarik memaksimalkan potensi marketing dapat menyusun dan mengeksekusi kegiatan marketing yang tajam.

Jakarta, 25 April 2017

(Andika Priyandana; dari berbagai sumber)

Catatan: Artikel tersunting telah dimuat di Majalah Marketing edisi Mei 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s