Kata Dapat Mengubah Otak

Sebuah ulasan untuk buku berjudul Words Can Change Your Brain karya Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman.

Kemampuan komunikasi dan negosiasi adalah keniscayaan dalam peradaban manusia abad 21. Pendekatan amarah dan kekerasan lebih banyak mendatangkan kerusakan daripada kebaikan, apalagi di era teknologi perang modern dan masyarakat dunia yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya.

Secara pribadi, saya sudah mendengar dan mengetahui efek buruk akibat perang, amarah, dan kekerasan langsung dari sumber primer, antara lain rakyat Libya dan masyarakat Palu serta nyong Ambon.

Pemahaman mengenai bagaimana otak manusia bekerja, antara lain melalui pendekatan neurosains, menjadi sangat esensial untuk mengetahui cara-cara menciptakan komunikasi dan negosiasi yang memungkinkan dua otak atau lebih dapat bekerja sama sebagai satu kesatuan.

Blog Andika Priyandana - Words Can Change Your Brain - Newberg and Waldman

Blog Andika Priyandana – Words Can Change Your Brain – Newberg and Waldman

Melalui buku Words Can Change Your Brain karya Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman, saintis neurosains asal Amerika Serikat, saya mendapatkan ilmu berharga untuk menciptakan Compassionate Communication. Saya agak sulit menemukan terjemahan yang pas, namun yang paling pas mungkin komunikasi peduli atau komunikasi empati.

Words Can Change Your Brain menjadi buku keenam yang saya ulas untuk sebagai bentuk dukungan menggairahkan minat membaca di Indonesia. Harus diakui, secara target, saya terlalu cepat dalam membaca buku karena target saya sebenarnya Satu Bulan Satu Buku. Saya memulai Satu Bulan Satu Buku pada Desember 2016 dan pada bulan Februari 2017, saya sudah selesai membaca tujuh buku dan membuat enam ulasan. Ke depannya, saya mencoba memelankannya. Mungkin dengan tidak memublikasikan semua yang sudah saya baca dan saya buat ulasannya ke dalam blog.

Komunikasi peduli atau komunikasi empati (Compassionate Communication)

Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman, komunikasi peduli atau komunikasi empati (Compassionate Communication) dapat mengubah struktur otak orang-orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Saat komunikasi peduli terbentuk, kita terbebas dari konflik dan rasa tidak percaya. Kita dapat berkomunikasi lebih efektif, mendengar lebih dalam, berkolaborasi dengan usaha minimal, dan sukses lebih cepat dalam berbagai tugas.

Temuan mengenai komunikasi peduli atau komunikasi empati (Compassionate Communication) tersebut diperoleh Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman melalui riset dan penelitian yang dikumpulkan dari para siswa MBA, pasangan yang menjalani terapi, para pengasuh, dan penginderaan otak.

Riset tersebut menemukan bahwa komunikasi peduli atau komunikasi empati (Compassionate Communication) dapat mengubah pembicaraan yang sulit menjadi pembicaraan yang memuaskan secara mendalam hanya dalam beberapa menit secara harfiah.

Terdapat 12 langkah strategis untuk membentuk komunikasi peduli atau komunikasi empati (Compassionate Communication), yaitu:

  1. Relax – Tenang
  2. Stay present – Tetap terjaga
  3. Cultivate inner silence – Bangunkan ketenangan internal
  4. Increase positivity – Tingkatkan sikap positif
  5. Reflect on your deepest values – Sandarkan diri pada prinsip hidup
  6. Access a pleasant memory – Ingat kembali kenangan positif
  7. Observe nonverbal cues – Perhatikan tanda-tanda nonverbal
  8. Express appreciation – Tunjukkan penghargaan
  9. Speak warmly – Bicara hangat
  10. Speak slowly – Bicara pelan
  11. Speak briefly – Bicara ringkas
  12. Listen deeply – Dengar mendalam

Menilik 12 langkah tersebut dan mencoba menjalankannya bukan hal mudah untuk saya praktikkan, meski saya sudah membaca penjelasan teknis masing-masing nomor. Penyebabnya antara lain kebiasaan, lingkungan, dan pendidikan yang sudah membentuk karakter saya saat ini. Namun bukan berarti saya menyerah begitu saja.

Saya juga tertarik dengan manfaat-manfaat lain seperti meningkatkan kemampuan berpikir kognitif, meningkatkan daya ingat, sekaligus menurunkan stres, rasa khawatir, serta sifat mudah tersinggung secara bertahap (hal. 5). Selain hal-hal tersebut, buku ini juga menjelaskan teknis penerapan komunikasi peduli dalam kehidupan pribadi dan profesional dan penjelasan tersebut sangat menarik minat saya.

Ada hal-hal lainnya lagi disampaikan oleh Words Can Change Your Brain, misal efek jelek amarah dan sikap negatif terhadap otak, meski hanya berbentuk tulisan negatif. Ada juga penjelasan saintifik mengenai proses perubahan pikiran menjadi kenyataan (a.l. hal 57), amarah tidak pernah efektif (hal. 85), hingga proses komunikasi yang tepat dengan anak untuk membentuk pribadi sukses (bab 12).

Terdapat lebih dari 207 halaman penuh dengan ilmu esensial mengenai neurosains dan berbagai aplikasinya dengan tujuan menciptakan komunikasi peduli dalam Words Can Change Your Brain. Bagi Anda sekalian yang tertarik menjadi bagian dari masyarakat yang mengedepankan ilmu pengetahuan, mengutamakan pendidikan, dan turut menciptakan masyarakat yang mementingkan komunikasi peduli atau komunikasi empati (Compassionate Communication), buku ini sangat layak Anda miliki.

Depok, 28 Februari 2017

Andika Priyandana

Iklan

One thought on “Kata Dapat Mengubah Otak

  1. Benar. Beberapa upaya relevan dengan ulasan di atas. Berdasarkan pengalaman saya mendongeng di beberapa tempat terbukti perkataan sangat ampuh. Konsep santai, ramah dan tidak menggurui membuat pesan sangat cepat ditangkap anak. Terbukti ketika saya melakukan recalling, bahkan dalam waktu satu bulan setelahnya tanpa diingat/drill setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s