TV Masa Depan Ada di Internet

Internet semakin menjadi pilihan hiburan generasi muda produktif dan generasi masa depan Indonesia. Jadi, di media manakah Anda letakkan konten marketing Anda?

Gadis melihat TV online - sumber gambar: Wisegeek.com

Gadis melihat TV online – sumber gambar: Wisegeek.com

Lima tahun di masa depan, apakah Anda masih membaca artikel ini di media cetak atau memilih untuk melihat artikel ini dalam versi video di internet? Seiring dengan semakin meningkatnya popularitas video di jejaring internet, pertanyaan tersebut menjadi hal yang patut dipikirkan.

Per 2017, Cisco (2015) meramalkan bahwa video akan mengambil rasio hingga 69 persen dari seluruh lalu lintas internet. Lalu lintas video-on-demand saja akan berlipat tiga. Melihat berbagai indikator tersebut, rasanya naïf jika kita masih menafikan peran video dalam strategi digital marketing.

Dari berbagai survei, hiburan menjadi alasan utama para responden melihat You Tube, Facebook, dan platform internet lainnya, namun, video daring (online) secara perlahan namun pasti semakin menjadi kanal informatif masa depan. Video memiliki potensi kuat sebagai masa depan content marketing. Bahkan bisa jadi, video daring (online)bukan lagi masa depan, melainkan sekarang dan masa kini. Sudah banyak contoh-contoh menunjukkan perusahaan multinasional menggunakan medium tersebut sebagai kanal berkomunikasi dengan konsumen.

Jadi, saat konten lagu, olahraga, permainan, dan komedi mendominasi tampilan di benak para netizen Indonesia, saatnya bagi kita para marketer Indonesia mulai berpikir cara menyediakan informasi mengenai produk dan layanan kita menggunakan opsi video daring (online).

Jika ada di antara kita yang sudah mulai menggunakan konten video daring dan menjadikan video daring sebagai bagian integral dari strategi konten marketing, ingat untuk menjaga durasi video daring kita tetap pendek. Mayoritas video yang dilihat di Indonesia adalah di bawah lima menit dan kebanyakan dilihat pada malam hari.

Aktivitas netizen Indonesia

Aktivitas daring orang Indonesia - Consumer Barometer Google 2015

Aktivitas daring orang Indonesia – Consumer Barometer Google 2015

Berdasarkan data Consumer Barometer Google (2015), dapat dilihat bahwa 50 persen responden di Indonesia melakukan aktivitas melihat video saat terkoneksi ke internet. Angka 50 persen jelas signifikan dan karenanya, saat kita memikirkan strategi Digital Marketing secara menyeluruh, kita harus benar-benar memikirkan strategi marketing video daring yang kita kerjakan.

Kepentingan peletakan prioritas perhatian pada video daring semakin meningkat jika bisnis kita berhubungan dengan transaksi di dunia maya atau memiliki besaran konsumen signifikan yang beraktivitas di dunia internet.

Berkenaan dengan transaksi perlu diingat juga bahwa pemerintah memiliki target ambisius meningkatkan transaksi perdagangan daring pada 2016 hingga mencapai angka US$20 milyar (kominfo.go.id). Angka yang meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan nilai transaksi perdagangan daring yang mencapai US$ 12 milyar pada 2014.

Selain alasan-alasan umum di atas, masih ada alasan-alasan spesifik yang patut menjadi perhatian para pebisnis dan marketer Indonesia:

Jangkauan audiens. YouTube mendapatkan lebih dari satu milyar pengunjung unik setiap bulan. Setelah Google, YouTube memiliki audiens terbesar yang rutin melakukan penelusuran untuk menemukan jawaban atas pertanyaan mereka. Potensi menjangkau audiens dalam skala masif ada pada video daring dan tentunya kita memiliki kemampuan dan fasilitas untuk menjangkau audiens tersebut.

Tipe audiens. Audiens internet dalam menelusuri internet, selain untuk mencari informasi spesifik mengenai produk atau jasa, juga mencari hiburan. Kita dapat memilih segmentasi audiens yang kita mau berbasiskan tipe video daring yang kita pilih, apakah bersifat informatif atau memberi hiburan.

Manfaat dari video informatif adalah audiens kita dapat menemukan jawaban-jawaban mengenai produk atau jasa yang ada dalam industri kita atau langsung berkorelasi dengan produk yang kita tawarkan. Tipe video informatif cenderung lebih berhubungan dengan konversi karena calon pelanggan akan menemukan jawaban mereka dan lebih teryakinkan untuk melaju ke tahap selanjutnya.

Sedangkan video dengan tujuan menghibur cenderung tidak menciptakan konversi langsung yang berhubungan dengan pembelian, tetapi terkadang mampu memberikan sorotan positif terhadap citra merek. Video tipe ini lebih mudah lekat di benak pelanggan dan lebih terasosiasi dengan merek kita kapan pun dipikirkan.

Kelekatan dengan komunitas. Para penikmat video daring cenderung lekat dan merespon konten video. Hampir dapat dipastikan ada respon dari orang-orang yang melihat video daring, baik dalam bentuk like dan/atau komentar. Saat video daring kita mendapatkan komentar, berarti kita mendapatkan masukan berguna, terlepas bentuknya berupa saran atau kritik. Namun berhati-hatilah terhadap komentar-komentar bersifat ‘sampah’ dalam bentuk kosakata dan kalimat kasar untuk memicu respon dari penonton lainnya.

Salah satu kenikmatan dan tantangan membuat video daring adalah menciptakan video yang bersifat viral. Video daring yang berhasil menciptakan viralitas berarti respon yang jauh lebih banyak dan masukan yang berguna untuk keperluan data internal. Namun, ingat baik-baik bahwa merespon komentar-komentar dari penonton video tidak bisa asal-asalan.

Analitik. Statistik yang kita dapatkan dari video daring tergantung kepada cara kita mendistribusikan video. Langkah ini adalah tahap vital mengukur strategi marketing video daring yan kita kerjakan. Di Indonesia, YouTube dan Vimeo (meski masih diblokir Kemkominfo saat artikel ini dibuat) adalah platform video populer yang menawarkan data statistik penonton. Untuk relevansi dengan situasi dan kondisi Indonesia, maka YouTube menjadi satu-satunya yang diberikan penjelasan matriks statistik.

YouTube Analytics. Sebagai platform video gratis, YouTube menawarkan detail-detail statistik penonton yang memukau. Laporan lengkap dapat dikumpulkan dan disusun dengan simpel, lalu dibandingkan berbasis periode waktu untuk tujuan analisis performa. Laporan-laporan yang dapat kita peroleh adalah:

  • Video views
  • Subscribers
  • Devices
  • Demographic
  • Audience retention
  • Traffic sources
  • Playback locations
  • Likes dan dislikes
  • Annotation interactions
  • Video sharing
  • Comments
  • Favourites
YouTube Analytics

YouTube Analytics

Pengembangan merek. Tampilan video kita menjadi bagian penting dari merek kita di ranah internet. Video daring kita menunjukkan perusahaan, merek, serta produk dan layanan dalam jalur yang biasa digunakan para pelanggan.

Sudah sejak lama dan hingga kini di Indonesia, TV konvensional menjadi platform utama untuk sorotan merek, namun perhatikan segmentasi demografi para penonton TV konvensional yang didominasi generasi produktif paruh atas dan generasi senior Indonesia.

Generasi muda dan produktif Indonesia yang berada di paruh bawah sudah tidak lagi menjadikan TV konvensional sebagai media utama mereka. Internet sudah menjadi media yang paling sering mereka konsumsi. Marketing dalam bentuk video daring menjadi jalan baru meraih perhatian konsumen generasi muda dan produktif Indonesia.

Melalui video daring, kita dapat dengan mudah menyampaikan pesan-pesan merek seperti nada suara dan gaya presentasi. Hal terbaik dari video daring adalah para penonton dapat dengan mudah melihat dan mengulang kapan pun mereka inginkan.

Catatan penutup konten marketing masa depan

Mungkin ada sebagian di antara Anda para pembaca yang bertanya-tanya, mengapa pada judul artikel menyebutkan televisi atau biasa disingkat TV, sedangkan isi artikel jauh lebih sering menyebutkan video. Perlu diketahui dahulu bahwa TV adalah media telekomunikasi populer yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara. Sedangkan video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak.

Televisi adalah aplikasi umum dari sinyal video. Kini dengan mediasi internet, kita bisa menyaksikan sinyal video di telepon pintar, sabak, dan media-media yang lainnya yang mampu menangkap sinyal internet. Di sinilah pesan penting artikel bahwa konsumen masa kini melihat video dan gambar-gambar bergerak yang disertai suara melalui mediasi internet.

Membangun rencana marketing yang menyertakan video daring berarti menjaga kita tetap dalam arus kemajuan zaman dan menjaga komunikasi dengan para pelanggan. Membuat video pun jauh lebih mudah dibandingkan dengan masa-masa sebelum kehadiran internet. Bahkan para pelanggan dapat diajak turut serta membuat video dengan komputer, ponsel, atau sabak milik mereka. Jadi, berinvestasilah pada video daring dengan tujuan memahami perilaku konsumen kita yang selalu berubah seiring waktu.

Jakarta, 25 Mei 2016

(Andika Priyandana; dari berbagai sumber)

Catatan: Versi tersunting artikel ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi Juni 2016

 

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “TV Masa Depan Ada di Internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s