Membangun Bisnis Melalui Content Marketing

Konten adalah raja – Bill Gates (3 Januari 1996)

Sang pendiri Microsoft, Bill Gates dalam artikel yang ditulis olehnya pada 1996 menyatakan bahwa konten adalah sumber yang dia harapkan menjadi salah satu pendapatan riil dari internet, seperti halnya yang sudah dilakukan penyiaran. Sebagaimana kita para pemilik bisnis dan marketer telah ketahui, siaran televisi dan radio sudah menjadi salah satu media terbaik perusahaan untuk menyampaikan informasi dan hiburan.

Namun, popularitas televisi cenderung stagnan dan bahkan radio cenderung meredup. Dalam berbagai riset dan studi, semakin sedikit audiens berusia muda yang menonton televisi dan mendengarkan radio secara rutin. Mereka lebih memilih media internet sebagai sarana mendapatkan informasi dan hiburan. Ringkasnya, tulisan Bill Gates pada 3 Januari 1996 sudah menjadi kenyataan, konten internet menjadi salah satu sumber pendapatan utama perusahaan.

Content Marketing – pengertian dan tujuan

One-person Content Marketer - Content Marketing - source nymag.com

One-person Content Marketer – Content Marketing – source nymag.com

Content marketing dapat didefinisikan sebagai teknik marketing dalam membuat dan mendistribusikan konten yang konsisten, relevan, dan bernilai untuk menarik dan mendapatkan audiens yang sudah dipilih dengan tajam (Content Marketing Institute). Content marketing dilakukan dengan tujuan membangun basis audiens yang turut membangun bisnis dan menciptakan tindakan konsumen yang memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Harap diperhatikan kata kunci “keuntungan”. Kita dapat mengetahui bahwa sepotong konten adalah bagian dari kampanye content marketing yang menguntungkan saat mampu menarik pembaca, orang-orang mau membacanya dan bukan menghindarinya, serta akan lebih baik lagi, mau membagikannya.

Karenanya, content marketing yang kita buat memiliki hubungan erat dengan produk kita. Kita mengedukasi audiens agar mereka mengetahui, menyukai, dan cukup percaya untuk bertransaksi dengan bisnis kita.

Berdasarkan penjelasan di atas, seakan-akan melakukan content marketing adalah hal yang mudah. Lebih tepatnya, content marketing menjadi hal yang terasa simpel jika para pebisnis, pengelola merek, dan marketer rajin mengulik hal-hal yang dibutuhkan audiens saat mencari informasi berdasarkan penelusuran kata kunci di internet, mempelajari perilaku membaca di dunia digital, dan mengetahui cara menyusun konten internet yang menarik sekaligus mengikat.

Contoh Content Marketing

Untuk mempermudah pemahaman, berikut ini adalah lima contoh content marketing yang mampu menarik perhatian pelanggan produk kita.

Pertama, laman situs. Apa yang membedakan situs biasa dengan situs yang menerapkan content marketing? Jawabannya adalah aplikasi Search Engine Optimization (SEO). Menggunakan SEO dalam membangun situs berarti meningkatkan jaminan mendapatkan kunjungan organik. Situs yang membangun artikel dan konten di dalamnya dengan basis SEO juga lebih sehat di mata para audiens karena relatif mudah ditemukan melalui penelusuran internet.

Kedua, infografis. Infografis dapat dikatakan adalah versi trendi dari data statistik. Melalui data-data yang tampil dalam bentuk grafik, diagram, dan tampilan informasi lainnya yang penuh warna dan didesain secara menarik, infografis menjadi alat efektif menarik perhatian konsumen. Infografis yang baik biasanya mampu membuat orang-orang yang membaca berkeinginan untuk membagikannya dalam lingkaran jejaring sosial yang dimiliki.

Ketiga, video. Video dapat menjadi salah satu contoh content marketing yang memiliki sifat viral. Coba saja perhatikan video-video yang banyak beredar di internet meski usianya sudah tahunan, misalnya membersihkan karat dengan minuman berkarbonasi, mengendarai sepeda motor secara ekstrim, perilaku superstar di tengah-tengah keramaian, atau kucing yang buang air besar di toilet, lalu menekan tombol siram secara mandiri.

Video-video tersebut memiliki kekuatan content marketing yang sangat baik. Hal yang paling menarik adalah, membuat video tidak harus mahal dan sulit. Membuat video secara amatir pun tetap mampu menarik perhatian audiens, misalnya saat meluncurkan produk baru atau varian baru. Hal yang perlu diingat adalah, pemahaman audiens dan kata kunci “keuntungan”.

Keempat, buku. Buku, dalam konteks artikel adalah buku elektronik, adalah salah satu contoh content marketing yang sangat baik. Namun sayangnya tingkat efektivitas buku sebagai content marketing masih rendah di Indonesia. Hasil ini mungkin dikarenakan budaya membaca yang rendah di Indonesia.

Meski demikian, patut menjadi pembelajaran bahwa di negara-negara dengan budaya membaca yang sangat baik, khususnya negara maju, buku juga menjadi alat pemasaran. Melalui buku, entitas dalam tampilan individu atau perusahaan mampu meningkatkan keuntungan perusahaan. Misalnya seorang pengajar pendidikan eksekutif yang mampu meningkatkan jumlah klien yang membutuhkan jasanya karena buku yang sudah diterbitkan.

Modal untuk menerbitkan buku juga tidak lagi mahal dan harus menggunakan jasa penerbit besar. Kini, kita sudah bisa memublikasikan buku secara pribadi dan meski ada kemungkinan buku tersebut kurang laku di pasar, kita masih dapat menggunakannya sebagai contoh content marketing setiap kali kita diperkenalkan sebagai “Pengarang dari…”

Kelima, podcast. Ketahuilah bahwa dari segmentasi pelanggan produk kita, ada juga subsegmentasi yang lebih mengandalkan pendengaran saat mengolah informasi atau mencari hiburan. Podcast adalah salah satu alat yang sangat baik untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan auditori. BIsa jadi mereka mengetahui informasi mengenai suatu produk saat streaming radio atau mengunduh buku audio.

Ingat integrasi 360 derajat jika kita ingin berkomunikasi dengan konsumen. Jika kita memiliki dana yang mencukupi, lakukan aktivasi content marketing di semua media, khususnya di ranah internet yang biasa dikonsumsi oleh pelanggan kita.

Depok, 24 November 2015

(Andika Priyandana; dari berbagai sumber)

Catatan: Versi tersunting artikel ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi Desember 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s