Operasi Senyap Pemasaran Gerilya

Strategi marketing yang efektif adalah perpaduan indah seni dan ilmu pengetahuan. Lakukan Guerrilla Marketing dengan benar, berani tampil beda, dan lihatlah basis bisnis Anda yang bertumbuh.

Pada masa perang awal abad 20, kata gerilya terdengar sangat jamak di telinga para pejuang Indonesia. Berasal dari Bahasa Spanyol guerrilla yang dapat diartikan secara harfiah sebagai perang kecil, gerilya menjadi salah satu strategi perang utama tentara Indonesia.

Dalam strategi perang gerilya, para tentara Indonesia dengan segala keterbatasannya dapat melakukan serangan kilat, menipu, dan mengelabui musuh yang memiliki persenjataan lengkap dan modern namun kurang menguasai medan.

Saat kata ‘gerilya’ dibaurkan ke dalam dunia bisnis dan marketing, ‘gerilya’ dapat menjadi salah satu strategi promosi pemasaran yang efektif.  Bagi para start-ups dan wirausahawan dengan modal terbatas, gerilya adalah salah satu cara marketing yang efektif dan jitu untuk menjamin keberlangsungan pertumbuhan bisnis.

Marketing adalah penyebab banyak start-ups menemui kegagalan

Berbagai penelitian dan survei menunjukkan bahwa lebih dari setengah start-ups (baca: Era Start-ups Unicorn Sudah Dimulai?) menemui kegagalan. Apa penyebabnya? Menurut Leonard Lodish (2010), Profesor Marketing di Wharton serta pengarang buku Entrepreneurial Marketing dan Marketing That Works adalah mayoritas start-ups tersebut tidak mengerjakan marketing dengan cara yang benar.

Pada umumnya, kesalahan pengerjaan perencanaan strategi marketing (baca: Dasar-Dasar Segmentasi Pasar) oleh para start-ups ada pada tiga faktor stratejik sekaligus kritis, yaitu positioning, targeting, dan pricing. Maka, akan menjadi suatu anomali jika ada bisnis yang tetap selamat meski kurang atau bahkan tidak memperhatikan ketiga faktor di atas.

Guerrilla Marketing - source restoconnection.fr

Guerrilla Marketing – source restoconnection.fr

Marketing gerilya dapat menjadi salah satu solusi bagi para start-ups untuk memahami marketing dengan cara yang simpel, mudah dalam pengimplementasian, dan rendah dalam biaya. Menurut Jay Conrad Levinson, Bapak Guerrilla Marketing, marketing gerilya adalah cara meraih tujuan-tujuan konvensional dalam bisnis, misalnya laba dan kesenangan, dengan metode-metode yang tidak biasa, misalnya dengan menginvestasikan energi dan bukan uang.

Perhatikan kata ‘energi’ yang sudah disampaikan Jay Conrad Levinson. Strategi pemasaran gerilya, misalnya penerapan gaya beriklan alternatif sangat bergantung kepada cara-cara yang tidak umum. Cara-cara marketing yang sangat mendayagunakan energi dan imajinasi. Marketing gerilya adalah cara menarik perhatian pelanggan dengan cara yang tidak terduga, menciptakan kesan yang tahan lama, sekaligus menciptakan efek getok tular.

Marketing gerilya atau Guerrilla marketing umumnya lebih ideal untuk start-ups dan bisnis skala kecil dan menengah untuk meraih massa yang besar tanpa perlu membobol rekening bank. Karena keunikannya, marketing gerilya turut digunakan perusahaan-perusahaan besar dalam kegiatan kampanye akar rumput sebagai pelengkap kampanye media massa yang sedang berlangsung.

Konon, marketing gerilya mampu menciptakan kesan yang lebih bernilai di benak pelanggan dibandingkan dengan bentuk-bentuk pemasaran dan periklanan tradisional. Ujaran tersebut muncul karena mayoritas aksi marketing gerilya ditujukan untuk membidik pelanggan dengan cara yang lebih pribadi dan pada level yang lekat dalam ingatan.

Guerrilla Marketing bukan untuk penghindar risiko

Meski terdengar sangat menarik, strategi marketing gerilya mungkin tidak cocok untuk bisnis Anda jika Anda bukan tipe pengambil risiko atau ada dalam industri yang diatur ketat oleh peraturan, misalnya jasa keuangan dan asuransi. Dan patut juga kita ketahui bersama bahwa penerapan  strategi marketing gerilya dapat membuat dahi orang berkerut-kerut, membuat bulu kuduk berdiri, hingga mungkin menyulut percik amarah.

Jika hal-hal tersebut mengkhawatirkan Anda, marketing gerilya, sekali lagi, mungkin tidak cocok untuk bisnis Anda.

Guerrilla Marketing: Tampil beda dan menarik perhatian

Coca Cola Guerrilla Marketing - pic source: creativeguerrillamarketingcom

Coca Cola Guerrilla Marketing – pic source: creativeguerrillamarketingcom

Coba kita perhatikan salah satu contoh marketing gerilya yang sudah dilakukan perusahaan besar seperti Coca Cola. Salah satu strategi marketing gerilya Coca-Cola yang sangat terkenal adalah Coca-Cola’s Happiness Machine. Coca-Cola meletakkan Happiness Machine di salah satu kampus di Amerika Serikat, membuat videonya dan meletakkan di Youtube pada tahun 2010. Video tersebut dengan segera menjadi bahan pembicaraan yang menyebar di mana-mana dan per 25 Mei 2015, video Youtube Coca-Cola Happiness Machine telah ditonton sebanyak 6.869.846 kali.

Dengan contoh kasus tersebut, dapat kita ketahui bahwa sebenarnya setiap bisnis atau merek dapat melakukan marketing gerilya. Hal yang perlu dilakukan adalah kesediaan mengambil risiko karena tindakan tersebut membutuhkan keberanian dari pemilik dan pengelola merek untuk sedikit keluar dari zona nyaman dan melakukan hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Maka jika ada entitas bisnis atau start-ups yang mencoba melakukan marketing gerilya, tanyalah diri sendiri lebih dahulu, “Apa pesan inti yang ingin disampaikan? Bagaimana caranya agar pesan inti tersebut dapat diterima pelanggan dalam lima detik pertama atau dalam waktu sesingkat mungkin?”

Tentukan tujuan yang jelas dan sebening kristal, pikirkan positioning merek sebaik mungkin, pelanggan yang akan dibidik oleh marketing gerilya, dengan biaya serendah mungkin. Pahami siapa konsumen – pelanggan kita dan ketahui hal-hal apa yang menggelitik rasa penasaran mereka. Pikirkan dari segala sudut, imajinasikan semua hal-hal dan ide yang memungkinkan untuk direalisasikan.

Langkah-langkah yang sudah disebutkan di atas secara umum sudah mampu membantu kita mengimajinasikan kerangka cerita beserta judul utama yang ingin kita baca, pembicaraan yang ingin kita dengar, gambar-gambar yang ingin kita lihat, dan berbagai hal lain yang ingin kita sebarkan ke berbagai media, misalnya media sosial.

Ingat bahwa tujuan utama kita melakukan marketing gerilya adalah memikat perhatian media, meraih perhatian pelanggan, dan membuat keterlekatan yang positif dengan mereka.

Jadi, bagaimana cara Anda mewujudkan hal-hal tersebut menjadi kenyataan?

Jakarta, 25 Mei 2015

(Andika Priyandana; dari berbagai sumber)

Catatan: Versi tersunting artikel ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi Juni 2015

Iklan

One thought on “Operasi Senyap Pemasaran Gerilya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s