Mungkinkah Situs Properti Membunuh Agen Properti?

Situs properti = Pengusik kemapanan posisi para agen properti. Benarkah demikian?

Ilustrasi situs properti

Ilustrasi situs properti

Secara historis, para agen properti atau kadang disebut juga sebagai broker properti memiliki peran sangat penting bagi para pemburu properti sekaligus para penjual dan penyewa properti. Para agen properti ini memiliki gulungan catatan yang berisi daftar nama kedua belah pihak dan mereka memiliki pengetahuan dasar yang baik mengenai jual beli serta sewa properti.

Mereka mengetahui bahwa properti dapat digunakan untuk keperluan pribadi maupun investasi. Mereka siap dan sigap untuk selalu menutup informasi daftar kontak mereka rapat-rapat sambil membantu para kliennya melihat-lihat properti yang diinginkan.

Kekuatan tersebut membuat sebagian agen properti meningkatkan biaya jasa mereka setiap tahunnya dan akibatnya, para pemilik properti mulai gerah karena ulah sebagian agen properti ini. Maka, para pemilik properti ini kemudian menyadari bahwa ada inovasi destruktif yang mampu merusak kemapanan para agen properti. Inovasi tersebut bernama situs properti.

Melalui situs properti, para pemilik properti dapat menjual produk mereka secara daring dan karenanya dapat membuat pernyataan tidak untuk para agen properti. Tindakan ini dapat dimengerti mengingat makin membubungnya harga properti di Indonesia dan dunia. Berbicara mengenai Indonesia, kota Jakarta malah menjadi titik panas properti dunia sejak beberapa tahun terakhir.

Kenaikan harga tersebut dan besaran biaya jasa agen properti atau komisi broker tradisional yang ada di kisaran 5% s.d. 10% dari harga jual dirasa semakin memberatkan. Saat angka absolut dari persentase tersebut muncul di tengah tren kenaikan harga properti Indonesia, para pemilik properti pun menjadi berpikir ulang. Mendingan uang tersebut ditabung daripada digunakan untuk membayar komisi broker properti.

Manfaat situs properti

Ketersediaan teknologi internet yang semakin canggih dan semakin murah membuat transaksi properti di internet semakin mudah. Kini di Indonesia, meski masih banyak yang menggunakan jasa agen properti, tidak sedikit para pemilik properti yang sudah mulai beralih ke situs properti, jejaring sosial, iklan daring, blog, situs berbagi video, dan berbagai aplikasi jejaring internet lainnya yang didesain sebagai solusi transaksi properti.

Salah satu contoh situs properti yang sedang menikmati popularitas tinggi adalah Airbnb. Didirikan pada bulan Agustus 2008, perusahaan yang berbasis di San Fransisco, California, Amerika Serikat ini berkembang dengan membantu orang-orang di seluruh dunia merasakan pengalaman jalan-jalan yang unik. Airbnb memungkinkan seorang pelancong menemukan akomodasi ideal mereka dengan biaya sewa yang pantas.

Selain Airbnb, ada juga situs premhouse.com yang dimiliki oleh PT Mediapura Lintas Nusantara. Untuk Premhouse.com, PT Mediapura Lintas Nusantara membangun positioning yang unik dan berbeda, yaitu menjadikannya sebagai situs sewa-menyewa apartemen dan rumah premium. Target konsumen yang dipilih juga berfokus kaum ekspatriat saja. Langkah ini diambil Mediapura karena berdasarkan pengamatan mereka, belum ada situs yang benar-benar fokus bermain di pasar expatriat di Indonesia.   

Sorotan yang kuat melalui internet

Berdasarkan studi gabungan yang dilakukan The National Association of REALTORS dan Google (2013) di Amerika Serikat, diperoleh temuan bahwa 90% pembeli properti melakukan penelusuran secara daring dalam proses pembelian rumah. Selain temuan tersebut, diketahui bahwa sejak 2010, penelusuran melalui Google yang erat berhubungan dengan dunia properti telah tumbuh setinggi 253%. Lebih jauh lagi, 52% pembeli properti melakukan langkah pertama pembelian rumah dengan melongok ke internet.

Meski belum diketahui apakah temuan serupa bakal diperoleh di Indonesia, sudah banyak situs-situs properti yang memiliki ranking tinggi di Google dan rating tinggi dalam hal penelusuran internet telah menawarkan jasa-jasa tambahan. Jasa tersebut antara lain email marketing, social media marketing, dan berbagai strategi pemasaran lainnya yang akan membantu para penjual properti mendapatkan lebih banyak sorotan.

Selain strategi marketing di atas, situs-situs properti telah menggunakan media sosial sebagai salah satu kanal promosi tempat mereka meletakkan informasi properti klien-klien mereka. Media-media sosial yang banyak digunakan antara lain Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, LinkedIn, hingga Path. Situs-situs properti menggunakan media sosial untuk memungkinkan konsumen atau calon klien untuk berkolaborasi dengan pembeli lainnya dan membantu pihak-pihak lain meningkatkan pengaruh dalam pengambilan keputusan pembelian properti.

Coba bandingkan biaya yang dikeluarkan saat kita memaksimalkan peran situs-situs properti dengan biaya saat kita menggunakan strategi pemasaran konvensional. Beriklan di majalah, koran, iklan TV, dan baliho jelas sangat memberatkan kantong dan mengingat bahwa kita sekarang ada di era digital, tentu kita lebih memilih untuk menggunakan laptop dan gawai kita untuk menelusuri properti secara daring.

Kolaborasi positif dengan agen properti

Dari paparan kisah di atas, sepertinya situs properti memang mampu ‘membunuh’ peran agen properti. Padahal kenyataannya tidak selalu harus demikian. Tidak dapat dipungkiri, melakukan jual beli dan sewa properti dapat menjadi sebuah proses yang melelahkan. Menggunakan bantuan agen properti profesional dan berpengalaman akan membantu kita meninggalkan proses yang melelahkan tersebut.

Karenanya, lakukanlah negosiasi terlebih dahulu mengenai biaya jasa. Melalui negosiasi tersebut, bisa jadi para penjual properti hanya perlu membayar nilai nominal tertentu. Hasil negosiasi lainnya adalah semakin tinggi hasil penjualan dan nilai properti, semakin rendah komisinya. Untuk para agen properti profesional, persentase tersebut biasanya termasuk bantuan pemasaran, administrasi, hingga tahap akad kredit.

Jadi sekarang pilihannya kembali kepada kita dengan segala untung ruginya. Mau menjalankan proses transaksi properti sendirian dengan jasa situs properti atau menggunakan jasa agen properti profesional (yang mungkin juga memanfaatkan situs properti)?

Jakarta, 25 April 2015

(Andika Priyandana)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s