Merek Bercerita – 5 Rahasia Membangun Merek

Kurangi fiksi, tambah realitas. Jadilah perusahaan hebat dengan melakukan cerita, bukan menyampaikan cerita.

The Force Awakens - pic source: starwars.wikia.com

The Force Awakens – pic source: starwars.wikia.com

Banyak orang yang bekerja dalam dunia merek, iklan, dan desain tentunya pernah ada dalam masa-masa kontemplasi mengenai mengapa sebuah produk jauh lebih diingat dalam benak khalayak dibandingkan dengan produk lainnya. Diskusi mengenai kisah dan cara bercerita pun menjadi salah satu pemikiran yang muncul mengenai penyebab sebuah produk memiliki kenangan yang kuat.

Khusus berbicara dalam lingkaran dunia marketing, obrolan ini menjadi sebuah topik hangat dan menjadi sebuah tren yang kuat. Saking kuatnya, pada tahun 2014 tersematkan label Tahun Cerita (Entrepreneurcom, 2015) dan mengingat bahwa di era digital, strategi konten marketing semakin menjadi pilihan utama di antara para pelaku bisnis tidak menjadi keanehan.

Mengisahkan Cerita yang Valid untuk Semua

Hal yang menarik dari bercerita sebagai strategi pemasaran adalah hal ini dapat dilakukan oleh semua entitas bisnis dari berbagai latar belakang karena yang diperlukan hanya kreativitas dan imajinasi, bukan uang.

Saat bercerita dapat dilakukan oleh semua kalangan bisnis sebagai pelaksanaan strategi marketing, terlalu banyak marketer yang berpikir bahwa menceritakan kisah mereka melalui iklan sudah cukup. Sayangnya pandangan tersebut salah (hbr.org, 2013).

Selama bertahun-tahun, sangat banyak marketer dan pengelola merek yang menceritakan kisah merek melalui iklan, pengalaman seseorang terhadap suatu merek, dan lain-lain. Namun seni sejati dalam menulis cerita, atau dalam konteks artikel ini seni menulis cerita merek adalah potongan strategi marketing konten yang sangat efektif sangat jarang dipelajari. Cerita adalah media penyampaian yang sangat efektif dalam sejarah peradaban manusia, namun sangat  sedikit individu terlatih untuk membuat cerita yang memikat.

Maka, seharusnya para marketer menganggap seni menulis cerita sebagai sebuah tantangan yang harus dijalani. Ketahuilah bahwa pencerita merek yang terbaik memiliki pemahaman mendalam terhadap elemen-elemen kritis dalam seni menulis cerita, yang merupakan kemampuan yang dimiliki oleh sedikit marketer-marketer dunia.

Para pencerita merek terbaik memiliki fokus kuat untuk meningkatkan keterikatan emosional dalam merek melalui media-media sosial dan kisah marketing konten. Hal yang paling menarik adalah, para pencerita merek terbaik memastikan bahwa kisah merek yang ditulis dan disampaikan kepada khalayak benar-benar sejalan dengan nilai-nilai inti merek tersebut.

Mereka mengetahui bahwa perusahaan-perusahaan hebat melakukan lebih dari sekedar cerita fiksi. Perusahaan-perusahaan hebat melakukan dan menjalankan cerita mereka agar pengalaman merek di dunia nyata secara positif benar-benar tercipta.

Racikan dalam Seni Menulis Cerita

Berikut ini adalah lima rahasia yang dipegang para pencerita merek terbaik untuk memahami audiens dan terlibat langsung dengan emosi mereka. Melalui lima rahasia ini, para pencerita merek mampu menggelitik perasaan dan psikologi konsumen.

Dalam rahasia ini juga tertera bauran pengetahuan mengenai manajemen merek dan dasar penulisan cerita fiksi. Secara bersama-sama, kelima rahasia ini mampu membantu kita membentuk kisah merek yang memikat untuk diaplikasikan ke dalam strategi marketing dan kegiatan-kegiatan pemasaran.

Rahasia pertama, bicara jujur. Kejujuran dan transparansi adalah faktor esensial dalam menceritakan merek. Itu sebabanya para pencerita merek handal sangat mengutamakan kesesuaian cerita dengan nilai-nilai inti sebuah merek. Ingat bahwa saat kita membentuk cerita, cerita tersebut harus berakar pada realitas merek, produk, dan industri.

Dengan kata lain, cerita merek yang kita tulis harus memastikan pelaksanaan tiga langkah penting dalam membangun merek, antara lain konsistensi, persistensi, dan pengendalian diri. Jika merek kita inkonsisten, cerita yang dibuat akan membingungkan konsumen dan kemudian mereka akan berpaling kepada merek lain yang memenuhi harapan mereka. Kebingungan dan kekhawatiran konsumen adalah pembunuh merek nomor satu.

Rahasia kedua, masukkan persona ke dalam cerita. Cerita merek bukan pernak-pernik marketing, bukan iklan, dan bukan alat penjualan. Cerita merek harus disampaikan dengan persona merek dan kepribadian penulis ke panggung utama. Cerita yang membosankan tidak akan pernah menarik dan mempertahankan pembaca. Hanya cerita dengan kepribadian penuh yang bisa memikat.

Rahasia ketiga, ciptakan karakter yang akan diasosiasikan audiens. Cerita merek yang memikat mengharuskan kita menciptakan karakter yang akan disukai dan dihargai audiens kita. Dalam konteks ini, bukan berarti kita harus menciptakan karakter-karakter fiksi atau maskot merek untuk menceritakan kisah kita.

Sebagai contoh, coba ciptakan kisah mengenai pelanggan merek kita. Buat cerita berdasarkan sudut pandang mereka. Coba juga buat cerita dari perspektif karyawan kita atau dari sudut pandang orang ketiga. Hal penting di sini adalah, ciptakan karakter yang memungkinkan audiens kita lekat secara emosional dan mengasosiasikan diri mereka dengan karakter tersebut.

Rahasia keempat, masukkan pembuka, inti, dan penutup. Cerita-cerita fiksi memiliki struktur yang terdiri dari pembuka, inti, dan penutup. Kisah merek kita juga perlu mengikuti struktur tersebut. Di awal cerita, masukkan pembuka yang kuat dan buatlah latar cerita beserta para karakternya. Saat memasuki inti cerita, rancang masalah yang dihadapi karakter utama dan tampilkan konflik-konflik yang dihadapinya sebelum dia dapat menjalankan solusinya di akhir cerita.

Ini adalah kisah seni karakter kita dan kita harus membuat para pembaca kita hanyut dalam alur cerita. Saat mereka mengikuti alur dengan nikmat, mereka akan terus lekat, menceritakan kepada orang lain, dan kembali lagi dan lagi.

Rahasia kelima, jangan berikan semuanya. Pastikan kisah merek yang kita buat bagaikan halaman yang harus dibalik satu demi satu. Bagilah semua usaha pemasaran untuk tiap-tiap usaha berikutnya. Buat agar audiens kita selalu mencari cerita merek kita dan meminta lebih.

Seperti halnya semua usaha kita untuk membangun merek, tujuan utama menceritakan kisah merek adalah mengelilingi konsumen kita dengan pengalaman merek yang mengesankan. Melaluinya, mereka dapat melakukan refleksi diri dan melakukan pilihan pribadi mengenai mengapa mereka memilih untuk menikmati merek kita.

Berikan kepada konsumen kita berbagai jalan untuk menikmati kisah merek, dan kita akan mendapati diri kita semakin dekat dengan tujuan pemasaran merek.

Jakarta, 24 Maret 2015

(Andika Priyandana, diadaptasi dari Forbescom)

Catatan: Versi tersunting artikel ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi April 2015

 

 

Iklan

3 thoughts on “Merek Bercerita – 5 Rahasia Membangun Merek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s