Jurus Kepemimpinan ala Jonan

“Saya lebih takut kepada pengguna transportasi daripada kepada Presiden” – Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Kabinet Kerja Republik Indonesia.

Itulah kalimat yang saya dengar langsung dari mulut Ignasius Jonan dan diizinkan oleh beliau untuk dipublikasikan di hadapan publik. Contoh kalimat lainnya yang keluar dari mulut Jonan adalah, “Kalau konsumen saya adalah Presiden, bukan pengguna transportasi di Indonesia, mendingan saya habiskan waktu saya untuk menjilat Presiden.”

Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Republik Indonesia

Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Republik Indonesia

Hari ini dan kemarin, saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri workshopThe New Wealth of Nations: Creative Industry in ASEAN Economic Community” yang diselenggarakan atas kerja sama CSIS dan SESPARLU. Khusus untuk hari kedua workshop, harus diakui kehadiran Ignasius Jonan sebagai pembicara utama benar-benar membetot perhatian saya, baik dari ilmu yang dia berikan maupun karakter yang ditunjukkan.

Ilmu Kepemimpinan dari Ignasius Jonan

Ignasius Jonan dengan pengalaman panjangnya saat di dunia perbankan, lalu mengurus BUMN, antara lain Kereta Api Indonesia membuatnya mampu memberikan ilmu kepemimpinan yang sangat berharga menurut pandangan saya. Menurut Jonan, kunci keberhasilan seorang pemimpin ada dua hal, yaitu:

Pertama, memimpin dengan memberi contoh. Seorang pemimpin harus melakukan apa yang dikatakan. Jangan menjadi seorang pemimpin yang hanya jago berkata-kata dan berteori. Lead by example.

Jonan kemudian menceritakan pengalamannya saat diminta memimpin KAI yang keadaannya memang tidak baik dari banyak sisi. Salah satu masalah KAI yang sudah eksis dan berkerak sejak zaman alm. Mantan Presiden Soeharto adalah kasus penumpang di atas kereta. Jonan berkata bahwa pada zaman Soeharto yang militer pun tidak mampu menyingkirkan para penumpang di atas kereta. Menurut Jonan, salah satu penyebab kuat kebiasaan buruk tersebut adalah adanya karyawan KAI yang juga melakukan kegiatan tersebut sebagai ‘kegiatan ekstra’.

Kemudian Jonan menceritakan usahanya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan teknis mengenai perkeretaapian, antara lain dengan memahami cara mengemudikan kereta. Jonan berkisah mengenai pengalamannya saat mengunjungi Perancis dan meminta izin untuk mengemudikan kereta TGV. Permintaan tersebut dikabulkan otoritas Perancis dan Jonan pun melaksanakan keinginannya menjadi masinis kereta TGV Paris – Marseille.

Atas kemampuan dan pengetahuan teknisnya mengenai kereta, Jonan membanggakan diri dengan menyebut bahwa dirinya juga mampu mengemudikan kereta dari Jakarta hingga Bandung. Menurutnya, kemampuan dan pemahaman teknis kereta inilah, antara lain dalam hal mengemudikan kereta api, yang menjadikan dirinya mampu menyelesaikan berbagai masalah yang membelit dan melakukan transformasi Kereta Api Indonesia. Inilah lead by example.

Kedua, saat memiliki waktu dan kesempatan, jadilah detil. Menjadi pemimpin di era modern menurut Jonan harus mampu menguasai informasi mulai dari gambaran besar hingga detil terkecil. Seorang pemimpin yang mengetahui hal-hal besar hingga hal terkecil membuatnya mengetahui permasalahan kompleks secara lebih baik dan mengetahui langkah yang perlu diambil secara lebih tajam dan mendalam.

Secara pribadi, saya harus menyatakan bahwa jurus kepemimpinan ala Jonan yang kedua ini sangat saya sukai. Saya mengetahui dan merasakan secara pribadi baik di dunia akademik dan pekerjaan, menjadi sebuah kewajiban bagi kita untuk mengetahui apa yang kita kerjakan sebaik mungkin, bahkan hingga detil terkecil jika kita memiliki waktu dan kesempatan.

Apa penyebabnya? Seorang pemimpin yang tidak mengetahui lingkungan makro dan mikro, akan sangat mudah menjadikan dirinya bahan ejekan dan dikerjai oleh orang-orang di sekitarnya. Saat dia tidak mengetahui hal secara detil, kemungkinan dirinya melakukan kesalahan analisis masalah dan mendapatkan solusi yang tepat akan membesar.

Bangga beda tipis dengan sombong

Selama workshop, Ignasius Jonan sangat sering mengisahkan kesuksesannya bersama PT Kereta Api Indonesia. Memang beliau menceritakan sebagian langkahnya sebagai menteri, antara lain dengan mengadakan call center 24 jam (silahkan hubungi nomor 151) Kementerian Perhubungan dan beliau klaim melakukan pengecekan rutin. Namun, rasanya cerita tersebut terlalu sedikit.

Jadi, saya merasakan kehadirannya lebih sebagai pemimpin PT KAI dan bukan sebagai Menteri Perhubungan Republik Indonesia. Namun, harus diakui pula jika Jonan mengeluarkan pernyataan yang membanggakan keberhasilan sebagai Menteri Perhubungan, akan menjadikan pernyataan tersebut prematur mengingat usia jabatan menteri yang baru 11 bulan.

Cuman, karena tingginya intensitas Ignasius Jonan mengisahkan kesuksesan memimpin PT KAI, termasuk pilihan kata dan kalimat yang digunakan, serta pembandingan dan perbandingan yang dibuat, membuat saya mendapatkan kesan rasa bangga Ignasius Jonan yang sangat tinggi dengan dirinya. Hampir beda tipis dengan sombong. Namun lagi-lagi, saya memilih mengakomodir karena minimal, jikalau memang sombong, sombongnya adalah sombong yang berisi.

Catatan penutup

Secara keseluruhan, saya berpendapat Ignasius Jonan memang sangat layak memimpin Kementerian Perhubungan. Karakter dan gaya bekerja yang sangat melihat kemampuan membuat konsep sekaligus melakukan eksekusi pada individu mengingatkan kepada mentor saya, Bapak Nabiel Makarim.

Saya hanya bisa berpesan (meski belum tentu dibaca Pak Jonan, karena tadi juga harus pergi sehingga tidak sempat berdiskusi langsung dengan beliau), jagalah karakter positif yang Bapak miliki, antara lain pola pikir optimal dan keinginan belajar yang tinggi. Selain itu, jaga baik-baik hubungan dan koordinasi dengan kementerian-kementerian lainnya karena sikap kompak dalam menjalankan biduk negara sangat dibutuhkan oleh bangsa ini. Tabik.

Jakarta, 30.09.2015

Andika Priyandana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s