Wajah Urun Daya 2015: Mainstream

Urun daya alias crowdsourcing akan semakin biasa, semakin mainstream, semakin inklusif di masa depan.

Crowdsourcing illustration - pic source smash.com

Crowdsourcing illustration – pic source: smash.com

Urun daya (crowdsourcing) adalah istilah yang mungkin kurang dipahami atau kurang merakyat di benak sebagian besar rakyat Indonesia. Meski begitu, secara tradisional bangsa Indonesia telah menjalankan prinsip urun daya dalam bentuk kegiatan gotong royong. Sedangkan pada masa modern, kita dapat menemukan banyak contoh yang sudah dilakukan rakyat Indonesia. Salah satu contoh terpopuler adalah Kawalpemilu.org.

Kawalpemilu.org adalah situs internet independen yang lahir pada masa Pemilihan Presiden Indonesia 2014 – 2019. Deskripsi kerja utama Kawalpemilu.org adalah mengawasi penghitungan suara formulir C1 hasil pindai Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal yang paling menarik dari Kawalpemilu.org adalah keberadaan sekitar tujuh ratus sukarelawan melalui kegiatan urun daya secara sukarela. Ainun Najib sebagai pendiri Kawalpemilu.org menyatakan bahwa para relawan Kawal Pemilu tidak rikuh untuk menyumbang waktu pribadi masing-masing demi memantau perolehan suara dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Meski berjalan secara urun daya, Kawal Pemilu memiliki mekanisme pengawasan dan verifikasi data yang dilaksanakan oleh tim internal maupun publik. Jika ada kejanggalan yang ditemukan di data penghitungan suara pada situs Kawal Pemilu, laporan dapat diajukan dengan segera. Hasil kerja gotong royong ini berhasil menuntaskan penghitungan suara Pilpres dalam waktu yang hampir bersamaan dengan pengumuman resmi KPU pada tanggal 22 Juli 2014.

Perkembangan dan Tren Urun Daya

Urun daya berasal dari Bahasa Inggris crowdsourcing yang mana gabungan dari dua kata, crowd dan outsourcing. Menurut Jeff Howe (2006), urun daya adalah sebuah tindakan yang dilakukan perusahaan untuk menyelesaikan tugas yang biasanya dikerjakan oleh kalangan profesional kepada khalayak umum.

Jika kita merujuk pada deskripsi awal, urun daya lebih lekat kepada dunia korporat dan bukan dunia sosial. Padahal seiring waktu berjalan, urun daya semakin keluar dari batasan dunia korporat dan meluas hingga ke ranah sosial dan umum. Meski demikian, urun daya masa kini tetap menjalankan prinsip kerja yang sama, yaitu bergantung pada kumpulan besar orang untuk menghasilkan konten, jasa, atau solusi.

Secara umum, urun daya dapat dibagi menjadi empat subkategori utama.

Pertama, tugas mikro. Mengambil sebuah proyek, menjalankannya, dan membagi tugas-tugas yang ada sekecil mungkin kepada khalayak umum. Setiap pekerja urun daya yang terlibat hanya dapat melihat bagian kecil yang dia kerjakan, tidak lainnya. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan jasa 1000 orang agar masing-masing memberi label ke satu gambar.

Kedua, tugas makro. Serupa dengan tugas mikro, namun para pekerja urun daya dapat melihat proses kerja proyek dalam gambaran yang lebih besar, dan terkadang semuanya. Para pekerja dapat memilih untuk terlibat dalam porsi kerja yang disesuaikan dengan kemampuan dan pengetahuan masing-masing. Subkategori ini terlihat secara umum dalam kasus pemecahan masalah yang kompleks. Misalnya ada sebuah lembaga riset biologi dan kesehatan yang mengalami kesulitan untuk memetakan struktur virus terkait DNA. Karena kesulitan ini sudah berlangsung selama belasan tahun, akhirnya lembaga ini meminta bantuan secara terbuka kepada kontributor eksternal untuk memecahkan masalah tersebut.

Ketiga, crowdfunding. Istilah crowdfunding sepertinya sudah cukup memberikan gambaran bahwa massa diberdayakan untuk mendanai proyek, pekerjaan, atau suatu kegiatan. Ini adalah urun daya yang unik karena pelaku atau pemilik proyek menetapkan sendiri angka dana yang ingin diraih beserta tenggat waktu. Saat tenggat waktu tercapai, target dana yang sudah ditetapkan harus tercapai atau si pemilik proyek tidak mendapat apa pun.

Keempat, kontes urun daya. Meminta kepada khalayak umum dan menyediakan kompensasi pada pekerjaan-pekerjaan tertentu. Sebagai contoh ada proyek pembuatan novel grafis dan khusus untuk desain-desain tertentu, penyelesaian tugas diselesaikan secara urun daya dengan imbalan kompensasi.

Dari penjelasan yang sudah disampaikan, urun daya jelas terbuka bagi khalayak umum dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, budaya, dan kemampuan yang sangat luas dan bervariasi. Skala ini menunjukkan bahwa urun daya menjadi berkesan terlalu kecil, terlalu eksklusif, dan terlalu terkotak jika dilakukan hanya oleh perusahaan, meski perusahaan tersebut memiliki jaringan global yang sangat luas.

Kegiatan urun daya pun dapat memungkinkan perusahaan untuk menjajal kekuatan insentif nontradisional. Melalui urun daya, para karyawan akan didorong untuk mengambil tantangan pekerjaan yang ada di luar area tanggung jawab dan tugas yang biasa mereka emban.

Melalui urun daya juga, dapat diketahui bahwa khalayak umum tidak melulu dimotivasi hal-hal materiil. Motivasi-motivasi intrinsik seperti keinginan belajar atau mengetahui ilmu baru menjadi pilihan murni karena mereka memilih sendiri tantangan yang ingin mereka hadapi.

Urun Daya Semakin Umum di Masa Depan

Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan serta melihat contoh-contoh yang sudah terjadi di Indonesia dan di negara-negara lainnya, urun daya akan menjadi hal yang semakin umum dalam bidang teknologi informasi, sosial, termasuk sains.

Keyakinan tersebut muncul karena adanya fakta bahwa masalah-masalah yang dihadapi manusia modern di berbagai bidang akan semakin kompleks dan kebanyakan institusi tradisional tidak memiliki cukup tenaga dan sumber daya untuk memberikan hasil yang setara seperti yang bisa dihasilkan kegiatan urun daya dalam kurun waktu yang lebih pendek.

Selain itu, urun daya akan semakin umum digunakan oleh dunia korporat, khususnya sebagai suplemen kegiatan yang banyak mengandalkan otak. Salah satu perusahaan yang sudah menggunakan strategi ini dengan sangat baik adalah Apple Inc. Sebagaimana kita ketahui, Apple Inc. menciptakan ekosistem yang mana aplikasi dan alat-alat yang membuat kekuatan ekosistem Apple semakin kuat justru diciptakan oleh para pengembang dan pengguna di luar perusahaan.

Jadi, seberapa kuat faktor urun daya dalam DNA Anda?

Jakarta, 23 Desember 2014

(Andika Priyandana, dari berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s