Stanford Business School: Penguasa Pendidikan Bisnis di Pantai Barat Amerika

Asahlah otak Anda sebaik mungkin jika ingin memasuki dan bertahan di Stanford Business School, sekolah bisnis dengan reputasi tingkat penerimaan tersulit di Amerika Serikat.

Stanford - pic source: Stanford.edu

Stanford – pic source: Stanford.edu

Stanford Business School, juga dikenal sebagai The Stanford Graduate School of Business (Stanford GSB) didirikan pada tahun 1925 atas inisiatif Herbert Hoover (saat belum menjadi Presiden Amerika Serikat) bersama-sama dengan para taipan Amerika Serikat, antara lain Wallace Alexander, George Rolph, Paul Shoup, Thomas Gregory, dan Milton Esberg dengan salah satu tujuannya untuk menahan laju pergerakan para talenta brilian pergi ke sekolah bisnis terbaik yang ada di pantai timur Amerika dan umumnya tidak pernah kembali.

Keseriusan para pendiri Stanford GSB harus diakui sangat terlihat dan berbuah manis dengan menjadi legenda dalam ilmu manajemen dan riset (Stanford GSB sudah menghasilkan tiga penerima Nobel). Berbagai karya tulis pun sudah diterbitkan Stanford GSB dan sebagian dari buku-buku karangan para dosen Stanford GSB sudah menjadi semacam kitab suci korporasi-korporasi dunia. Buku-buku tersebut antara lain Built to Last. Good to Great dan Great by Choice.

Selain menghadirkan para pengajar dengan karya sangat mumpuni, Stanford GSB menghasilkan banyak lulusan yang menjadi tokoh-tokoh ternama dalam dunia bisnis, salah satunya adalah Phil Knight, MBA angkatan 62 dan memberikan sumbangan terbesar yang pernah diterima oleh sekolah bisnis. Phil Knight mendonasikan USD 105.000.000 kepada kampus yang dulu pernah menjadi tempat belajar dirinya. Jika Anda tidak mengetahui Phil Knight, mungkin Anda mengetahui Nike. Bahkan bisa jadi Anda sekarang sedang mengenakan sepatu merek Nike, hoodie merek Nike, atau menggunakan aplikasi Nike +.

Apakah informasi mengenai jajaran pengajar dan reputasi lulusan Stanford GSB masih kurang untuk Anda? Kalau begitu, ada baiknya Anda mengetahui bahwa program MBA Stanford GSB ada pada ranking 1 di Amerika Serikat menurut U.S. News & World Report (2014) dan Forbes (2013), ranking 2 menurut Financial Times (2014), ranking 4 menurut Bloomberg Businessweek (2012), dan ranking 9 menurut The Economist (2013).

Stanford GSB juga terkenal sebagai sekolah bisnis paling selektif di Amerika Serikat. Dibandingkan dengan rerata sekolah bisnis lainnya, persentase penerimaan dari total pendaftar Stanford GSB ada pada angka 6.8% (tahun masuk 2013). Untuk angkatan yang masuk pada tahun 2013, mereka memiliki rata-rata nilai GMAT sebesar 732 yang menjadi skor tertinggi dibandingkan dengan sekolah bisnis mana pun di Amerika Serikat.

Ilmu Marketing di dalam Stanford Graduate School of Business

Apakah Anda menyukai dunia riset? Apakah Anda sedang atau pernah melakukan riset dan penelitian yang ada hubungan dengan ilmu ekonomi, industri, psikologi, perilaku pengambilan keputusan, sains manajemen, dan ilmu statistik? Jika tidak, atau jika Anda tidak menyukai semua kosakata yang ada dalam dua kalimat sebelumnya, sebaiknya Anda menjauh dari Stanford GSB karena belajar Marketing di sini adalah memahami dan menyelami semua materi-materi tersebut.

Belajar Marketing di Stanford GSB berarti mengagungkan tradisi riset yang sudah berakar kuat sejak kelahirannya. Dengan basis riset yang kuat, Stanford GSB meyakini bahwa setiap alokasi sumber daya marketing untuk keperluan pengambilan keputusan, penciptaan pengaruh sosial, motivasi, emosi, budaya, hingga pembelajaran neurosains dalam otak konsumen dapat dikerjakan dengan sangat efektif dan efisien.

Kemampuan numerik pun memiliki peran yang sangat kuat yang dikembalikan kepada tradisi yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu riset. Ilmu-ilmu teori ekonomi mikro terapan, organisasi industri, ekonometrika, dan statistik digunakan secara rutin dalam Stanford GSB untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai perilaku pembelian, investigasi pilihan konsumen, evaluasi strategi promosi, harga, produk, dan iklan, serta analisa kompetisi dalam domain yang luas.

Jadi, jika Anda benar-benar yakin memiliki atribut-atribut yang mampu memenuhi semua kebutuhan pembelajaran di dalam kelas-kelas ilmu Marketing di Stanford, Anda pantas mencoba masuk sekolah ini.

 Elegi para alumni Stanford Graduate School of Business

Belajar dan bekerja dengan sangat, sangat keras adalah memori yang dirasakan oleh sebagian besar lulusan Stanford GSB. Hal ini bahkan bisa membuat seseorang menjadi sangat stres jika tekanan-tekanan yang muncul tidak dapat diatasi dengan baik.

Terasing dari dunia luar adalah hal lain yang dirasakan oleh para alumni saat masih aktif sebagai mahasiswa dan mahasiswi. Suatu hal yang sangat mudah terjadi dan seringkali tidak disadari untuk terperangkap dalam kehidupan Stanford GSB. Lupa terhadap banyak hal yang terjadi di luar kampus juga menjangkiti banyak mahasiswa dan mahasiswi aktif. Bahkan konon, 90 persen dari mahasiswa dan mahasiswi Strata 1 di Stanford secara umum hidup dan tinggal di dalam lingkungan kampus selama masa belajar empat tahun.

Jadi, jika Anda benar-benar siap mental untuk menghadapi hal-hal tadi, Anda boleh mencoba mengetes kemampuan Anda dengan memasuki Stanford GSB.

Kebanggaan para alumni Stanford Graduate School of Business

Jika sebelumnya sudah disampaikan hal-hal sendu mengenai Stanford GSB, kini saatnya membicarakan hal-hal yang membanggakan. Pertama-tama adalah jika Anda diterima di Stanford GSB, berarti Anda akan bertemu dengan banyak mahasiswa dan mahasiswi yang cerdas, penuh motivasi dari seluruh dunia (jumlah mahasiswa dan mahasiswi non-AS ada di kisaran 42 persen). Teman-teman Anda akan memberikan Anda berbagai pandangan dan pengaruh baru karena latar belakang yang sangat beragam, mulai dari pengalaman kerja di berbagai industri hingga budaya penuh warna yang mungkin sangat mengejutkan bagi yang tidak terbiasa dengan keberagaman mencolok.

Para alumni Stanford GSB juga memiliki kebanggaan komunal karena mereka merasa dididik dan dibesarkan dengan penekanan pada semangat kepemimpinan sosial, kolaborasi tinggi, ikatan antaralumni yang kuat, hasrat untuk mengubah dunia ke arah yang lebih baik dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama serta berkelanjutan.

Sebagai penutup, jika kelak Anda mendaftar dan diterima di Stanford GSB, mungkin saja sinar matahari yang bersinar secara konstan bukan sebuah masalah bagi Anda mengingat latar belakang Anda sebagai orang Indonesia.

Jakarta, 24.9.2014

(Andika Priyandana, sumber: gsb<dot>Stanford<dot>edu dan sumber relevan lainnya)

Catatan: Versi tersunting tulisan ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi Oktober 2014.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s