Catatan Calon Ayah # 6: USG Kehamilan

Jika kalian para orang tua menggunakan USG untuk mengecek kehamilan, ketahui manfaatnya sebaik mungkin dan hindari hal-hal yang tidak perlu.

22 minggu 5 hari – Saat aku memutuskan membuat catatan mengenai USG, aku jadi teringat pertengkaran kecil dengan istriku Dita (baca: Buat Ayah si Bayi Besar). Kami beradu argumentasi mengenai berapa banyak USG yang diperlukan untuk mengetahui normal tidaknya kondisi janin. Bagi yang belum mengetahui USG (Ultrasonografi) itu apa, coba baca Catatan Calon Ayah #1.

Dita berkeinginan melakukan USG setiap bulan dengan alasan bahwa kondisi normal tidaknya janin harus terus-menerus dipantau. Sedangkan aku beropini bahwa USG selama kehamilan cukup 3 – 4x selama kehamilan karena sebelumnya pernah membaca beberapa artikel di internet (.gov dan .edu) yang menyebutkan kemungkinan USG terlalu sering dapat berakibat kurang baik terhadap janin. Pengen tau lebih detil? Coba telusuri sendiri di Internet. Simpel kok, lebih simpel dibandingkan yang kalian mungkin duga.

Yah, kami berdua sebenarnya memiliki basis pandangan yang sama, yaitu ingin menjaga kesehatan anak kami, namun dari perspektif yang berbeda. Namun perbedaan pandangan ini dengan sukses membuatku penasaran mencari informasi lanjutan mengenai USG.

Pertama-tama, yang kucari tahu adalah bagaimana cara kerja USG?

USG menghasilkan gambar-gambar yang diperoleh melalui gelombang suara dengan nada yang sangat tinggi sehingga tidak dapat didengar telinga manusia. Gelombang suara ini berkelana menembus kulit dan berfokus pada beberapa bagian tubuh. Perbedaan fokus ini karena pergerakan alat pindai bernama “transducer” yang mampu mengambil kembali citra yang dihasilkan karena pantulan dengan organ di dalam tubuh.

Catatan: USG berbeda dengan x-ray karena tidak menggunakan radiasi.

Kedua, kenapa kita perlu melakukan USG untuk kehamilan?

USG selama masa kehamilan itu berguna untuk mengetahui dan memastikan apakah janin yang dikandung dalam keadaan sehat dan semua bagian tubuhnya dalam keadaan baik dan normal alias tidak ada abnormalitas. Namun wajib diingat bahwa USG tidak mampu memastikan 100% bahwa janin benar-benar sehat. Selalu ada kondisi-kondisi spesifik yang tidak dapat diketahui hanya berdasarkan USG.

Ketiga, seberapa banyak kita perlu melakukan USG untuk kehamilan?

Ada yang menyatakan tiga kali, empat kali, atau setiap bulan. Mana pernyataan yang paling tepat? Untuk mencari jawabannya, selain melalui penelusuran sumber-sumber kredibel di internet, aku juga bertanya kepada beberapa dokter. Namun, aku mendapatkan jawaban yang buatku termasuk kredibel, yaitu jawaban oom-ku, Mas Gatot, Dirut RSIA Kemang (baca Catatan Calon Ayah #5).

Mas Gatot menjawab bahwa tes USG untuk kehamilan cukup dilakukan empat kali. Empat tes USG tersebut dilakukan di trimester satu, dua, dan tiga.

Tes USG saat Trimester Satu (minggu 4 s.d minggu 7). Vaginal ultrasound (long probe) adalah tes yang pertama kali dilakukan oleh dokter kandungan kalian. Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengonfirmasi kehamilan dan adanya detak jantung pada calon janin. Tes vaginal ultrasound biasa dilakukan pada minggu keempat hingga minggu ketujuh setelah kehamilan benar-benar dipastikan minimal melalui alat tes kehamilan (baca Catatan Calon Ayah #4: Cem Macem Alat Tes Kehamilan).

Saat istrimu akan menjalani vaginal ultrasound, dia akan diminta telanjang mulai dari pinggang ke bawah. Kamu ngga perlu ikut-ikutan telanjang dari pinggang ke bawah. Kemudian, dokter kandungan kalian akan menyiapkan sebuah batang silinder berujung tumpul (mirip dildo) bernama long probe, mungkin kamu bakal merasa inferior saat melihat ukurannya, kemudian menyarungkan kondom ke long probe, melumurinya dengan pelicin sebanyak mungkin, dan memasukkannya ke dalam vagina istrimu.

Long probe tersebut kemudian memeriksa vagina, serviks, dan uterus. Lalu di layar monitor, di dalam uterus istrimu, kamu akan melihat cahaya kelap-kelip yang bisa jadi pada awalnya kamu bertanya-tanya, “Apaan tuh???” Ya, itulah detak jantung anakmu. Anakmu benar-benar ada dan terkonfirmasi eksistensinya. Selesailah vaginal ultrasound dan istrimu akan kembali berpakaian.

Demikianlah USG kehamilan istrimu yang pertama.

Tes USG saat Trimester Dua (minggu 11 s.d. minggu 13 dan minggu 20 s.d. minggu 21). USG kehamilan yang kedua dilakukan kira-kira pada minggu ke 11 hingga minggu 13. Pada minggu ketiga belas, plasenta anakmu sudah hampir berfungsi sepenuhnya. Plasenta inilah yang memberikan suplai oksigen dan nutrisi, mengurus kotoran-kotoran anakmu, dan memproduksi hormon (progesterone dan estrogen) yang vital selama masa kehamilan.

Pada minggu ketiga belas inilah, bagian tubuh janin mulai dari mata, hingga jari jemari seperti jempol mulai terbentuk sempurna dan dapat digunakan untuk ngempeng. Wajah janin pun sudah mulai seperti wajah manusia. Sedangkan organ-organ internal mulai terbentuk utuh, bekerja dan melakukan tugasnya.

Mulai tes USG kedua, vagina istrimu tidak akan diperiksa lagi dan tes USG dilakukan dengan memeriksa perut bagian bawah tempat rahim berada. Tes USG kedua berguna untuk mengetahui utuh tidaknya bagian tubuh anakmu, berat janin, dan hal-hal esensial lainnya yang berhubungan dengan bagian tubuh.

Kemudian ada tes USG ketiga yang dilakukan di minggu ke dua puluh. Pada minggu 20 inilah, pemeriksaan USG dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah semua bagian tubuh anakmu, organ dalam dan organ luar, tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Karenanya, USG pada masa ini dapat disebut juga targeted ultrasound.

Foto 21 minggu 1 hari

Foto 21 minggu 1 hari

Khusus targeted ultrasound, kami dirujuk ke dokter Azen, dokter yang konon adalah sesepuh dokter kandungan di Indonesia dan dokter kandungan Aliya Rajasa (menantu eks-presiden Indonesia, Pak SBY). Kami melakukan targeted ultrasound ini di RS Pondok Indah dan yep, kami harus merogoh kocek lebih dalam. Sakitnya tuh di sini… (nunjuk dompet).

Detak jantung janin

Detak jantung janin

Namun, aku secara pribadi sangat puas dengan dokter Azen. Dia melakukan tes USG 2 dimensi hingga USG 4 dimensi untuk mengetahui adakah masalah-masalah besar atau kecil yang mungkin ada pada janin kami. Dokter Azen melihat secara lengkap dan menjelaskan secara detil mulai dari bagian kepala luar dan dalam, termasuk belahan otak kiri dan kanan, batang otak, otak kecil, mata, telinga, mulut, kemudian turun ke bilik-bilik jantung, detak jantung, paru-paru kiri dan kanan hingga ke gambar titit alias penis (ya, kelamin anak kami adalah lelaki – dan ditunjukkan lewat USG 4 Dimensi) dan akhirnya kaki, seperti panjang paha, lutut, dan jari-jemari.

Statistik janin

Statistik janin

Lebih jauh lagi, dokter Azen kemudian menunjukkan gambar-gambar statistik hasil pemeriksaan yang menunjukkan lingkar kepala, berat badan, panjang paha, dan bagian-bagian tubuh lain secara lengkap beserta confidence interval, baik confidence interval 90% – 10% maupun 97% – 3%. Hahaha, harus kuakui bahwa semua laporan dan penjelasan detil ini saaaangat kusukai. Lebih menggembirakan lagi, semua hasil pemeriksaan menunjukkan anak kami sehat wal afiat dan semoga tetap terjaga hingga kelahirannya. Masih ada lagi, pada USG ini, kalian bisa mengetahui tanggal perkiraan lahir anak kalian.

Nah, selesailah USG kehamilan istrimu yang ketiga.

Tes USG saat Trimester Tiga (minggu 35 s.d. minggu 36). Tes USG keempat dan dilakukan kira-kira sebulan sebelum melahirkan berguna untuk mengetahui hal-hal yang mungkin menjadi masalah saat istrimu akan melahirkan. Serviks (leher rahim) istrimu pun akan diperiksa oleh dokter kandungan. Leher rahim istrimu harus mulai membuka karena hal tersebut adalah panggilan alam untuk menyiapkan masa kelahiran.

Berdasarkan USG terakhir ini, jika ada masalah, misalnya janin yang mungkin terlilit tali pusar (Baca: Surat untuk Mamah) atau posisi kepala janin yang tidak pas pada jalur kelahiran, dapat diketahui tindakan-tindakan yang perlu diambil saat masa melahirkan tiba.

Sekedar tambahan informasi, mulai minggu tiga puluh lima, tujuan utama anak kalian di dalam rahim adalah menambah berat badan dan mengumpulkan lemak. Akibat dari penambahan berat badan ini membuat anak kalian semakin sulit bergerak dan membuatnya mulai ingin mencari tempat yang lebih luas dengan cara keluar dari rahim istrimu alias mbrojol.

Okesip, selesailah USG kehamilan istrimu yang keempat.

Kata penutup

Hahahaha, tetap semangat membacanya ya. Ngurus anak, ngurus istri itu memang ngga gampang. Namun, saat kamu menghamili seorang perempuan, berarti kamu wajib melakukan segala tanggung-jawab yang muncul dari kehamilan tersebut. Melaksanakan tanggung jawab ini dengan sebaik mungkin memiliki manfaat untuk menambah kecerdasan dan kepandaianmu, plus menunjukkan kamu memang pria sejati lahir batin.

Fiuhhh, Catatan Calon Ayah #6 ternyata menjadi catatan calon ayah paling panjang yang pernah kubuat untuk sementara ini. Ada lebih dari 1.300 kata. Lagipula, memang buatku secara pribadi, catatan kali ini sangat penting karena pada catatan kali ini, kalian bisa mengetahui mayoritas hal-hal yang wajib kalian ketahui tentang anak kalian. Mari kita menjadi generasi cerdas, generasi yang mengoptimalkan kemampuan otak untuk hal-hal yang memang layak menjadi prioritas.

Untuk catatan calon ayah berikutnya, aku akan membuat catatan yang lebih simpel. Maka, nantikanlah Catatan Calon Ayah # 7: Ibu hamil ngidam.

 

Jakarta, 09.11.2014

Andika Priyandana

Iklan

2 thoughts on “Catatan Calon Ayah # 6: USG Kehamilan

  1. Oh interesting…kalau di Belanda waktu Krishna dulu sebenarnya yg dicover oleh asuransi hanya 3 kali tp karena gw nyaris 35 waktu itu jd nambah satu lagi untuk tahu apakah bayi mengalami sindrom mongol. Itu di minggu 11-14. Bila ternyata benar demikian yah masih diperbolehkan abortus. Bila tidak maka orangtua tahu demikian juga caretaker yg lain sehingga semua tindakan bisa dipersiapkan. Gw sendiri sih ada kali 4 kali kena usg. Gak ada vaginal ultrasound malahan. USG biasa pas 8 minggu lalu sekali lagi pas 14 minggu (4d) kemudian sekali lg pas 21 minggu karena yth ananda pake acara ada kemungkinan plasenta tidak naik. Jadi harus dicek sekalian lihat kemungkinan gagal jantung (genetik keluarga) lalu sekali lg pas 32 minggu utk liat posisi plasenta … sampai ketiga gak ketauan kelaminnya krn doi nakal gak mau ksh lihat..well yg ketiga sebenarnya bisa tp gw gak mau tau. Pas keempat ya susternya keceplosan hehehehe anyway welcome to parenthood.

    • Makasih banget mbak Bonnn buat komennya 🙂

      Jadi dapat info tambahan kalau ada asuransi yang cuma nanggung 3 – 4x USG. Soalnya zaman sekarang kayaknya banyak banget ortu muda yang kepengen USG tiap bulan dengan alasan supaya tau ada kondisi-kondisi negatif, dll. Cuman itu kan pengetahuan awam, bukan pengetahuan dokter.

      Iya, beda banget hawanya setelah muncul fatherhood 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s