Jerman = Timnas Sepak Bola Terbaik yang Pernah Ada di Dunia. Pantas?

Jerman, sang pemilik titel Juara 1 Piala Dunia 2014 Brasil dan Peringkat 1 Dunia FIFA serta pelajaran bagi dunia bisnis.

Tim sepak bola mana yang menjadi favorit Anda untuk menjadi juara di Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil? Ada kemungkinan Jerman tidak masuk dalam daftar Anda. Rileks saja karena pemikiran Anda sejalan berbagai media serta rumah judi internasional pada umumnya. Dalam Piala Dunia FIFA 2014, Brasil adalah favorit juara, selain Spanyol sang juara bertahan dan Argentina dengan Lionel Messi yang fenomenal.

Brasil sebagai favorit pertama juara Piala Dunia FIFA 2014 memiliki begitu banyak faktor yang membuat mereka seakan-akan layak merengkuh gelar tersebut keenam kalinya, mulai dari keberadaan Neymar, posisi sebagai tuan rumah, hingga fanatisme fans yang menjadi pemain kedua belas sekaligus penyuntik moral luar biasa. Apa kira-kira yang kurang dari Brasil?

Namun, kenyataan berkata lain. Sang favorit Brasil dipecundangi Jerman dengan skor 7 – 1 di hadapan para pendukungnya. Spanyol tersingkir secara sangat memalukan pada babak penyisihan. Sedangkan Argentina berhasil memasuki final untuk kembali berhadapan dengan Jerman setelah 14 tahun berlalu, namun mereka sekali lagi harus mengakui kedigdayaan sepak bola Jerman. Apa sebenarnya kunci keberhasilan tim non-favorit Jerman dan apa saja pelajaran yang dapat dipetik bagi dunia bisnis dan manajemen?

Kunci pertama adalah data, data dan data. Sudah bukan zamannya lagi kita mengandalkan contekan kertas seperti yang pernah dilakukan penjaga gawang Jerman, Jens Lehmann di Piala Dunia 2006. Deutscher Fussball-Bund (DFB – Asosiasi Sepak Bola Jerman) bekerja sama dengan perusahaan perangkat lunak SAP, mengembangkan sebuah aplikasi bernama Match Insights. Melalui Match Insights, DFB mampu menganalisis data dalam besaran yang sangat masif mengenai para punggawa tim Jerman dan tentunya para pesaingnya, dengan berbasis pada performa di lapangan.

Jadi, jangan pernah berpikir bahwa mengecek situs pesaing Anda atau sekedar melihat keberadaan produk-produk pesaing di pasaran itu sudah cukup. Jerman membawa apa yang dinamakan pembelajaran dan analisis kompetisi ke level yang lebih tinggi lagi. Melalui data Match Insights, DFB mendapatkan data krusial yang dapat dikonversikan ke dalam bentuk simulasi dan grafik-grafik yang dapat dilihat di tablet dan telepon pintar.

Hal ini memungkinkan manajer, para pelatih dan para pemain timnas Jerman mengidentifikasi dan mengukur situasi-situasi kunci di setiap pertandingan kemudian melakukan evaluasi secara terukur – suatu hal yang lazim dilakukan para jawara dunia bisnis.

Masukan-masukan yang didapatkan melalui Match Insights digunakan untuk persiapan pra-pertandingan demi improvisasi performa tim dan para pemain. Sebagian dari performa yang diukur adalah jumlah sentuhan dengan bola, lama penguasaan bola, jarak tempuh dalam pertandingan, kecepatan lari, kecepatan mengubah arah berlari, ketepatan umpan, dan ketepatan tendangan gawang.

Melalui Match Insights, timnas Jerman meletakkan perbaikan kecepatan umpan sebagai salah satu target kunci jauh sebelum Piala Dunia 2014 dimulai. Hasil yang terlihat nyata di Piala Dunia FIFA 2014 adalah kekalahan telak Brasil 7 – 1 dan salah satu penyebabnya adalah kekuatan dan kecepatan umpan antar pemain timnas Jerman.

Bagi Anda semua para pelaku dunia bisnis dan marketing di Indonesia, masih mau mengambil keputusan strategis berbasis perasaan dan kira-kira semata? Belajar dong dari Jerman!

Kunci kedua adalah persiapan jangka panjang. Dalam dunia bisnis dan manajemen, kesuksesan lebih banyak diraih melalui persiapan dan investasi jangka panjang dengan memakan waktu dan usaha, bukan melalui khayalan semalam bagaikan sulap Jin Aladdin. Jerman sangat mengetahui hal ini.

Setelah pencapaian memalukan timnas Jerman tahun 2002, Jerman segera melakukan reformasi dan pembenahan total pembinaan sepak bola. Diawali dengan program nasional yang bervisi jangka panjang dan intensif, Jerman mencari, melatih dan mempromosikan para talenta muda sepak bola Jerman sedini mungkin – mulai dari usia enam tahun.

Infrastruktur akademi sepak bola di seluruh penjuru Jerman juga diperbaiki dan dibangun hingga semuanya memenuhi kualitas kelas dunia. Akibatnya, siapa pun pelatih Jerman menjadi dimudahkan dalam hal pencarian talenta muda dari dini dan memperkenalkan mereka ke dalam kompetisi tanpa menganggu keseimbangan tim yang sudah ada secara signifikan.

Yang juga menakjubkan, media Jerman turut serta mendukung pembenahan sepak bola Jerman dan menghindari segala bentuk cacian dan protes yang melemahkan pembinaan jangka panjang tersebut. Semua bersatu demi kejayaan sepak bola Jerman. Dua belas tahun kemudian, usaha tersebut berbuah manis. Jerman berhasil menjuarai Piala Dunia FIFA 2014 sebagai target yang memang sudah dicanangkan sejak awal pembenahan sepak bola Jerman.

Pelajaran bagi dunia bisnis dan manajemen? Jika Anda seorang pemimpin perusahaan atau tim di kantor Anda, Anda harus memiliki anggota tim yang loyal dan dukungan sepenuh hati dari tim manajemen dan pemegang saham. Kemudian, jaga sikap sabar dan persisten dalam membangun dan mendidik talenta-talenta yang ada. Waktu yang dibutuhkan memang tidak sedikit, namun hasil panen yang diperoleh sangatlah manis.

Kunci ketiga adalah tim yang kuat dan seimbang. Sekali lagi, coba perhatikan kekalahan Brasil 7 – 1 dari Jerman. Banyak media mengulas bahwa kekalahan Brasil karena absennya Neymar dan Thiago Silva. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ulasan tersebut. Sama tidak salahnya dengan ulasan para pemain bintang di timnas Brasil.

Top 5 FIFA Castrol Index (sumber: FIFA.com)

Top 5 FIFA Castrol Index (sumber: FIFA.com)

Di sisi lain, berdasarkan catatan Castrol Index, kemampuan dan teknik yang dimiliki para pemain timnas Jerman jauh lebih merata dibandingkan Brasil. Setiap anggota timnas Jerman juga sudah saling mengenal sejak awal (16 dari 23 pemain timnas Jerman bermain di liga Jerman). Tingkat turnover di timnas Jerman juga sangat rendah. Jadi, di sinilah kunci yang dapat diambil dunia bisnis dan manajemen.

Memiliki talenta bintang dalam perusahaan Anda adalah hal sah. Namun pada akhirnya, seluruh tim harus mampu bekerja bersama dan menangani masalah secara kolektif. Kebergantungan terlalu tinggi terhadap satu atau dua talenta dalam perusahaan sudah pasti dapat menggiring Anda ke dalam masalah besar dan saat-saat tersebut akan terjadi saat mereka absen.

5 juara Piala Dunia peraih elo rating terbaik

5 juara Piala Dunia peraih elo rating terbaik

Jerman melalui persiapan sejak 2012 mampu menghilangkan kebergantungan kepada satu atau dua pemain. Distribusi kemampuan yang merata juga membuat timnas Jerman menjadi timnas dengan skor Castrol Index terbaik dan rating Elo terbaik dalam sejarah Piala Dunia.

Nah, bagi Anda pemilik perusahaan, pemimpin perusahaan, marketer dan para pelaku bisnis, inginkah Anda meraih prestasi seperti timnas Jerman?

 

Jakarta, 18.7.2014

(Andika Priyandana)

Catatan: Artikel ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi Agustus 2014.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s