Paramex vs Bodrex: Persaingan Menahun Berebut Tempat dalam Kepala Konsumen

Gabungan pasar Paramex dan Bodrex secara konsisten selalu ada di angka ± 50 persen. Dapatkah angka tersebut berubah signifikan?

Paramex versus Bodrex

Paramex versus Bodrex

Dari sakit kepalamu, muncul rejekiku. Jargon tersebut mungkin pantas disematkan ke produk-produk farmasi untuk sakit kepala dengan merek Paramex dan Bodrex. Paramex dan Bodrex adalah obat analgesik yang dijual bebas (over the counter / OTC) dan sudah saling bersaing sejak Abad 20 masih berusia muda.

Karena ketatnya persaingan, kedua produk pun berlomba-lomba untuk memikat hati konsumen. Berbagai teknik marketing hingga strategi 4P (Product, Price, Place, Promotion) dijalankan Paramex dan Bodrex. Hasilnya antara lain iklan yang rutin muncul di berbagai media serta kemudahan menemukan produk-produk yang dimaksud mulai dari pedagang kaki lima hingga apotek yang mendiami mal-mal eksklusif.

Namun, sudah tahukah Anda bagaimana latar belakang Paramex dan Bodrex? Simak terus artikel ini agar Anda mendapatkan informasi yang lebih jauh mengenai merek yang bisa jadi ada dalam kotak obat di rumah Anda.

Paramex adalah merek keluaran PT Konimex Pharmaceutical Laboratories yang berkantor pusat di Sukoharjo, Solo. Paramex dapat dikategorikan sebagai produk unggulan PT Konimex sekaligus memberikan pemasukan terbesar bagi perusahaan tersebut. Selama lebih dari 30 tahun, Paramex berhasil menjadi salah satu pilihan utama konsumen penderita sakit kepala di Indonesia. Berbagai penghargaan juga sudah Paramex raih, antara lain Indonesian Customer Satisfaction Award dan Indonesian Best Brand Award.

Kini, Paramex masih merajai pasar obat sakit kepala di Indonesia beserta segala variannya seperti Paramex Sakit Kepala, Migra, Extra, Forte, SP serta Flu & Batuk. Apa yang menyebabkan Paramex mampu meraih kesuksesan-kesuksesan tersebut? Menurut Simon Jonatan (pakar merek), salah satu kunci sukses Paramex adalah kemampuan melakukan strategi komunikasi merek, misalnya dengan slogan “Untuk sakit kepala yang membandel” yang konsisten terjaga apa pun tema iklan yang ada.

Sedangkan Bodrex di sisi lain juga memiliki usia yang kurang lebih sama dengan Paramex. Produk keluaran PT Tempo Scan Pacific ini sudah menemani masyarakat Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Kuatnya distribusi Bodrex yang seluruh penjuru Indonesia, mulai dari desa hingga kota membuat setiap lapisan masyarakat Indonesia, baik tua muda maupun kakek nenek mengenal Bodrex termasuk dengan variannya seperti Bodrex biasa, Bodrex Flu dan Batuk, Bodrex Migra dan Bodrex Extra.

Sehubungan dengan pencapaian, salah satu inovasi terbaik Bodrex adalah terciptanya obat yang tetap aman dikonsumsi meskipun perut belum diisi makanan. Kelebihan ini menjadi salah satu strategi komunikasi yang rajin disampaikan Bodrex kepada para konsumennya. Hal ini merupakan salah satu langkah brilian mengingat masyarakat Indonesia memiliki budaya berpuasa yang mengharuskan tidak mengonsumsi apa pun mulai dari saat sahur hingga saat berbuka puasa.

Pencapaian kedua merek tersebut tentu saja tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui usaha dan kerja keras untuk selalu memahami kebutuhan konsumen dan di saat sama tetap mencermati langkah yang dilakukan pesaing. Seperti itulah seharusnya seorang marketer bertindak.

 

Jakarta, 24.6.2014

(Andika Priyandana)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s