Marketing Genius: Mimpi Jenius Sir Richard Branson dalam Virgin Galactic

Penjelajahan Angkasa Raya Tidak Boleh Menjadi Domain Eksklusif Para Astronot.

Sir Richard Branson - Virgin Galactic - pic source: dailytechdotcom

Sir Richard Branson – Virgin Galactic – pic source: dailytechdotcom

Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Begitulah nasehat bijak yang sudah disampaikan sejak zaman nenek moyang kita. Selalu memandang ke atas, lebih tinggi dan lebih jauh hingga bintang-bintang yang ada tidak dapat dilihat lagi oleh mata. Inilah konsep berpikir jika kita ingin membuat impian dan batasan bagi kita sendiri, dan hal tersebut dilakukan dengan sempurna oleh Sir Richard Branson.

Sir Richard Branson terkenal dengan sikap unik dan perilaku nyeleneh yang selalu terlihat berbeda dan mencolok di hadapan rekan kerja serta para pesaingnya. Dia tidak mau dipermainkan pasar dan memilih untuk menciptakan permainan serta pasar sendiri. Sir Richard Branson pun  memilih untuk fokus kepada pasar yang lekat dengan citra dirinya, yaitu pemberontak, selalu ingin mencoba hal baru dan berani tampil beda. Maka terciptalah Virgin Group dengan berbagai merek turunannya yang juga selalu dilekati dengan kata “Virgin”, salah satunya adalah Virgin Galactic.

Virgin Galactic dapat dikategorikan sebagai kelanjutan dari bisnis penerbangan yang sudah dimiliki oleh Sir Richard Branson sebelumnya, yaitu Virgin Air. Melalui Virgin Galactic, dia ingin membuat penjelajahan ruang angkasa tidak lagi menjadi domain eksklusif para astronot. Orang-orang yang tidak memiliki pendidikan khusus ala NASA juga berhak menikmati angkasa raya yang gelap sekaligus melihat bumi yang biru bercahaya.

Sir Richard Branson menepis pandangan skeptis bahwa idenya tidak akan pernah lepas landas. Dia melihat kesempatan bahwa ada sekumpulan “orang-orang biasa”, tanpa pendidikan astronot juga ingin merasakan sensasi saat di luar angkasa. Sekumpulan orang-orang seperti dirinya.

Dalam impian Sir Richard Branson, Virgin Galactic harus mampu meluncur ke luar angkasa secara harfiah, dengan lama perjalanan sekitar 150 menit, termasuk di dalamnya 15 menit di luar angkasa dan 5 menit dalam keadaan tanpa gravitasi. Mungkinkah impian tersebut terwujud?

Uang sebanyak 240 juta USD sudah dikucurkan oleh Sir Richard Branson demi terwujudnya proyek Virgin Galactic. Jelas bahwa tur angkasa ini bukan tipe jasa yang dapat Anda temukan iklannya dengan mudah di biro travel mana pun. Alasannya simpel, layanan tur luar angkasa ini diberikan untuk kelompok konsumen yang sangat tersegmentasi.

Menurut Anda, berapa banyak orang yang mau membayar uang sebanyak 200.000 USD secara kontan di depan untuk menikmati layanan penerbangan ke luar angkasa selama 150 menit? Jawabannya adalah 250 orang dilaporkan sudah membayar lunas untuk menjadi kelompok pertama yang terbang ke luar angkasa, meski layanan tersebut baru dapat dinikmati beberapa tahun ke depan.

Melalui kasus Virgin Galactic, di mana letak kejeniusan Sir Richard Branson? Apa yang membuat segmentasi konsumen yang sangat pemilih tersebut percaya dan mau membayar layanan Virgin Galactic sebesar 200.000 USD secara kontan di depan?

Menurut Sir Richard Branson, keunggulan kompetitif Virgin Galactic terletak pada pengalaman melayang tanpa gravitasi dan desain interior pesawat tersebut. Kabin Virgin Galactic sudah didesain sedemikian rupa untuk memberikan kemudahan bagi para penumpangnya turut melayang ke sekitar kabin pesawat saat di luar angkasa. Konkritnya, duduk diam di kursi Virgin Galactic bukan pilihan yang pantas.

Dapat dipastikan bahwa cara berpikir lama sudah tidak efektif. Faktor-faktor kompleksitas, kecepatan dan kekuatan jelas tercermin dalam diri Sir Richard Branson, Virgin Galactic dan tentunya Virgin Group itu sendiri. Virgin Galactic mampu berpikir berbeda demi meraih kesuksesan dan menjadi pilihan utama konsumen, bahkan sebelum penerbangan pertama mengangkasa. Inilah contoh sejati Marketing Genius. Kini, maukah Anda menjadi Marketing Genius?

 

Jakarta, 18.5.2014

 (Andika Priyandana)

Catatan: Versi tersunting artikel ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi Juni 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s