Menyelami Sinergi Piala Dunia dan Dunia Bisnis

Bukan sekedar bualan, Piala Dunia memiliki pengaruh sangat dasyat terhadap ekonomi global.

Logo Piala Dunia FIFA 2014 Brasil

Logo Piala Dunia FIFA 2014 Brasil

Olahraga apa yang paling populer di dunia? Sepak bola adalah jawabannya. Olahraga apa yang paling populer di Indonesia? Sepak bola masih menjadi jawabannya, terlepas dari minimnya gelar yang sudah diperoleh jika dibandingkan dengan olahraga yang juga cukup populer di Indonesia, yaitu badminton alias bulu tangkis.

Sehubungan dengan sepak bola, Piala Dunia FIFA adalah kompetisi antarnegara yang paling populer di dunia dengan pengaruh yang sangat signifikan terhadap ekonomi global. Organisasi FIFA sendiri memiliki anggota sebanyak 204 negara dan tentunya sangat pantas untuk memandang berbagai kegiatan komersial yang dilakukannya sebagai bisnis raksasa.

Jelas ini bukan bualan. Jika kita menilik sejarah perhelatan Piala Dunia FIFA, turnamen ini memang benar-benar memiliki dampak secara global, baik di level korporat maupun level negara.

Manajemen Rekan Kerja FIFA

Dalam level korporat, berdasarkan informasi di www<dot>FIFA<dot>com, FIFA melakukan manajemen tiga lapis bagi merek-merek ternama yang ingin menjadi rekan kerja mereka. Pada lapis pertama, terdapat enam rekan utama FIFA yang dapat diasosiasikan dengan FIFA dan semua kegiatannya, sekaligus guna mendukung perkembangan sepakbola di seluruh dunia mulai dari kegiatan akar rumput hingga kegiatan papan atas seperti Piala Dunia FIFA.

Para rekan utama tersebut adalah Adidas, Coca Cola, Hyundai – KIA Motors, Emirates, Sony dan Visa. Sedangkan pada lapis kedua terdapat total delapan sponsor untuk level global (a.l. Budweiser, Castrol. Continental’s, Johnson & Johnson, dst) dan total delapan sponsor untuk level lokal (dalam konteks Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil, misalnya Centauro, Garoto, Football for Hope, dst).

Kira-kira, hal apa sajakah yang menyebabkan merek-merek tersebut menggebu-gebu untuk menjadi rekan FIFA?

Bagi para rekan utama FIFA, jawabannya adalah asosiasi dengan merek FIFA di level tertinggi yang mampu memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi kedua belah pihak. Untuk rekan-rekan FIFA yang ada di lapis kedua (keterlibatan hanya diizinkan di Piala Konfederasi FIFA dan Piala Dunia FIFA di level global), jawabannya adalah hak penggunaan aset-aset marketing terpilih dan pemberitaan media, termasuk di dalamnya penggunaan logo dalam tiket dan pelayanan-pelayanan FIFA lainnya selama acara. Terakhir bagi para rekan untuk level lokal, adalah pemberian izin dalam keterlibatan kegiatan FIFA khusus di pasar domestik, misal Brasil untuk turnamen Piala Dunia FIFA 2014.

Kemudian, hal apa lagi yang bisa menjadi sangat menarik bagi semua rekan kerja FIFA tersebut? Jawabannya adalah kesempatan terekspos secara luas hingga ke pelosok dunia melalui media informasi dan komunikasi paling populer di dunia, yaitu televisi. Dan menjelang Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil, kesempatan tersebut sangat terbuka lebar dan dapat mereka dapatkan dengan mudah.

Hak Siar Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil

Hingga saat ini dan masih untuk kurun waktu yang cukup lama, televisi masih menjadi media komunikasi dan informasi paling populer bagi masyarakat dunia. Melalui televisi pula, para penggila sepakbola yang ingin melihat tim kesayangannya berlaga dapat memuaskan dahaganya. FIFA sangat menyadari hal ini dan karenanya, FIFA menjual hak siar Piala Dunia secara langsung atau melalui organisasi dan perusahaan terlisensi dengan sistem lelang.

Menilik sejarah penayangan Piala Dunia FIFA, tahun 1954 adalah tahun saat turnamen akbar sepakbola tersebut pertama kali mengudara. Kini, tayangan Piala Dunia FIFA telah menjadi tayangan acara olahraga terpopuler sedunia dan bahkan mengalahkan Olimpiade. Sebagai bukti, akumulasi jumlah penonton semua pertandingan Piala Dunia 2006 melalui TV diestimasikan mencapai 26.29 milyar pasang mata. Saat final, sebanyak 715.2 juta individu melihat secara langsung (atau 1/9 populasi planet Bumi).

Dengan angka sedasyat itu, potensi untuk mengerek rating dengan menayangkan Piala Dunia menjadi sangat signifikan. Sudah jamak terdengar cerita mengenai kerasnya persaingan lelang antar stasiun TV dalam satu negara demi mendapatkan hak tayang Piala Dunia FIFA. Namun ujung-ujungnya, konsumen sepak bola adalah pihak yang paling diuntungkan.

Khusus berbicara mengenai Indonesia, Grup Viva melalui ANTV dan tvOne adalah pihak yang memiliki hak menayangkan Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil. Jadi, berbahagialah Anda semua para penggila sepak bola di Indonesia karena dapat menyaksikan Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil yang dimulai tanggal 12 Juni 2014 dan berakhir tanggal 13 Juli 2014.

Sponsor Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil

Berbicara mengenai sponsor Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil tentunya berhubungan erat dengan manajemen rekan kerja FIFA. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, FIFA melakukan manajemen tiga lapis bagi merek-merek ternama yang ingin menjadi rekan kerja mereka. Bentuk strategi komersial ini diberlakukan FIFA setelah Piala Dunia FIFA 2006.

Kemudian dari sekian banyak sponsor untuk Piala Dunia FIFA 2014, misalnya Adidas, Coca Cola, Hyundai – KIA Motors, Emirates, Sony, Visa dan masih banyak lagi, tentunya akan menjadi lebih menarik jika kita memfokuskan tulisan pada salah satu sponsor tertua FIFA, yaitu Adidas.

Adidas sudah menjadi sponsor resmi bagi FIFA sejak tahun 1970 dan tahun lalu, Adidas memperpanjang kontrak kerja sama dengan FIFA hingga tahun 2030. Sebuah langkah yang memberikan pengeluaran bagi Adidas sebesar $70 juta per empat tahun.

Namun langkah tersebut sepertinya ringan bagi Adidas yang memperoleh pendapatan melalui sepak bola sebesar $2.4 milyar di tahun 2013. Selain ringan, keputusan tersebut memang penting mengingat Adidas memiliki sekawanan pesaing yang siap menerkam pasarnya saat ia lengah. Salah satu dari pesaing yang sangat wajib diwaspadai adalah Nike. Apalagi persaingan antara Adidas dan Nike tidak lagi dalam level korporat, tetapi sudah level negara.

Contoh dampak Piala Dunia FIFA pada level negara sekaligus korporat terpampang jelas pada tanggal 12 Juni 2014 di Sao Paulo, Brasil. Brasil sebagai tuan rumah akan memainkan laga perdana melawan Kroasia. Sang perusahaan pesaing ini sudah menghabiskan uang untuk sponsor tim saja sebesar hingga $400 juta. Bahkan, Nike menjadi sponsor 10 tim nasional, jumlah terbanyak yang pernah disponsori Nike sekaligus satu lebih banyak dibandingkan Adidas. Tim nasional dan pemain terkenal yang disponsori Nike adalah Brasil, Portugal dan Cristiano Ronaldo. Sedangkan Adidas menjadi sponsor tim nasional Spanyol, Jerman dan tentunya Lionel Messi.

Namun dalam konteks Piala Dunia dan sepak bola, sepertinya dominasi Adidas masih sangat sulit digoyahkan oleh lawan-lawannya. Hal itu ditunjukkan antara lain dengan penggunaan bola resmi dalam Piala Dunia FIFA dari Adidas sejak 1970.

Jersey Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil

Kita sudah membicarakan manajemen rekan kerja FIFA, hak siar dan sponsor Piala Dunia FIFA. Kini kita memasuki topik terakhir yang juga menjadi bagian esensial dari dunia sepak bola, yaitu jersey alias kostum punggawa tim nasional sepak bola.

Dalam topik sebelumnya mengenai sponsor Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil, telah disampaikan mengenai ketatnya persaingan antara Adidas dan Nike. Contoh persaingan tersebut dapat dilihat dari jumlah tim nasional yang disponsori mereka. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Nike menjadi sponsor 10 tim nasional, jumlah tersebut satu lebih banyak dibandingkan Adidas. Beberapa tim nasional yang disponsori Nike antara lain Brasil, Portugal dan Inggris. Sedangkan sebagian dari tim nasional yang disponsori Adidas antara lain Spanyol, Jerman dan Jepang.

Harap menjadi catatan bahwa salah satu hak dari sponsor tim nasional adalah peletakan logo merek di jersey tim nasional tersebut. Peletakan logo pada jersey sangatlah penting bagi pemilik merek karena tingginya nilai jersey yang dikenakan oleh para pemain. Nilai tersebut tidak hanya nilai intrinsik, tetapi juga nilai nominal.

Mengenai nilai intrinsik, jersey suatu negara juga berarti kebanggaan, kecintaan dan nasionalisme terhadap negara tersebut. Seorang fans sepak bola merasa sangat bangga jika menonton tim kecintaannya bertanding dengan mengenakan seragam yang sama atau minimal warna yang sama. Kebanggaan tersebut akan berlipat ganda saat prestasi ikut menaburi tim tersebut.

Sedangkan dalam hubungannya dengan nilai nominal jersey tim nasional, harga terkadang sangat irasional bahkan di mata para petinggi negara. Contoh teranyar adalah kasus harga jersey tim nasional Inggris untuk Piala Dunia 2014 yang dipatok pada harga £90 (setara Rp 1.720.000,00).

Sayangnya The Football Association (setara PSSI) menolak mendiskusikan mengenai penerapan harga tersebut dengan Nike. Sang jersey seharga £90 sudah menggunakan “teknologi pendingin” dan mungkin, kelebihan ini yang membuat si penentu harga merasa pantas memberikan harga yang sedemikian tinggi.

Namun banyak fans timnas Inggris yang kecewa dengan harga tersebut, termasuk para pemain Liga Inggris yang notabene adalah pemain sepak bola profesional. Lebih jauh lagi, efek dari harga tersebut adalah pandangan sinis bahwa sepak bola tidak lagi menjadi olahraga rakyat karena sudah terlalu memikirkan keuntungan dan komersialisme semata. Hubungan dengan komunitas sepak bola dan para fans yang sudah menjaga dan mempertahankan sepakbola secara turun-temurun seakan-akan dinafikan demi uang.

Satu hal pasti, jika harga jersey timnas Inggris sudah menjadi semahal itu dan membuat kecewa banyak fans, sebaiknya mereka benar-benar berprestasi di Brasil. Berdasarkan catatan sejarah, seragam olahraga mana pun di seluruh dunia selalu terjual secara signifikan dan dipandang sangat berharga jika dilekati dengan prestasi secara konsisten.

Dengan kata lain, mungkin dapat dipahami jika nilai intrinsik sebuah jersey memiliki hubungan kausalitas dengan harga jersey. Namun jika keadaan sebaliknya yang terjadi, harga seragam super mahal sementara prestasi sangat minim, sebaiknya Anda yang menentukan mengenai tindakan apa yang pantas diambil sebagai hukuman.

Gempita Piala Dunia FIFA 2014 di Indonesia

Meski Indonesia tidak menjadi salah satu peserta Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil, euforia yang muncul tetap membahana. Bagi Anda yang tergila-gila bola dan ingin melihat 64 pertandingan yang ada, Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan hak siarnya dapat menyalurkan Piala Dunia 2014 ke media TV berbayar, TV terrestrial, radio, mobile, internet, nonton bareng dan media access.

Jika Anda kurang puas dengan sekedar menonton, Anda juga dapat membeli suvenir-suvenir Piala Dunia FIFA 2014 di Alfamart, Alfamidi dan Lawson. Di gerai-gerai tersebut, Anda dapat menikmati Piala Dunia 2014 secara heboh dengan berbagai macam aksesori mulai dari gantungan kunci, bola, topi, botol minum, sandal hingga tas olahraga eksklusif.

Kini, mari menikmati Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil sambil tentunya tetap mendukung timnas Indonesia agar kelak dapat berpartisipasi sebagai salah satu peserta putaran final Piala Dunia FIFA.

 

Jakarta, 11.7.2014

(Andika Priyandana – dari berbagai sumber)

 

Catatan: Versi revisi artikel ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi Juni 2014

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s