Pengembangan Merek di Era Internet

Era internet, pengembangan merek semakin mudah atau semakin sulit?

Pic source: red-slicecom

Pic source: red-slicecom

Topik pengembangan merek di era internet adalah hal yang sangat menarik untuk dibahas mengingat begitu gilanya pertumbuhan merek-merek yang masih seumur jagung, namun sudah memiliki ekuitas yang jauh melebihi merek-merek yang umurnya sudah puluhan tahun dan melegenda. Contoh teraktual adalah WhatsApp yang dibeli oleh Facebook dengan gabungan antara uang kontan dan saham senilai total USD 19 milyar.

Whatsapp yang hanya memiliki layanan berupa aplikasi pesan didirikan tahun 2009 dan memiliki jumlah karyawan yang sangat kecil. Jumlah insinyur piranti lunak WhatsApp hanya 32 dan setiap orangnya melayani sekitar 14 milyar pengguna. Dengan nilai pembelian sebesar USD 19 milyar, angka tersebut jauh lebih besar dari nilai merek-merek internasional yang umurnya sudah puluhan tahun dan melegenda, misalnya Sony.

Pencapaian nilai tersebut rasanya mustahil dicapai oleh merek-merek yang diciptakan pada era belum adanya internet. Mau bukti lebih mendalam? Coba Anda lihat ranking merek terkini. Silahkan Anda perhatikan sendiri di mana letak-letak merek legendaris yang tercipta kala internet masih tiada, misalnya McDonalds dan Coca Cola.

Bandingkan merek-merek raksasa dan berusia sangat tua tersebut dengan merek-merek yang terbit di era internet mulai merajai dunia, contohnya Google dan Facebook. Jika ingin lebih lengkap lagi, bandingkan juga dengan merek-merek yang berselancar di atas gelombang internet dengan mulus seperti Samsung dan Apple.

Dengan keberadaan merek-merek digital dalam ranking 10 besar merek dari berbagai versi, telah menunjukkan bukti nyata bahwa internet sudah menjadi super katalisator yang mengangkat merek-merek muda tersebut mengangkasa melewati merek-merek legendaris secara instan.

Apa kira-kira yang menyebabkan merek-merek era digital ini dapat mendominasi dalam waktu sangat singkat? Mengapa begitu banyak konsumen menggunakan Apple sehingga Apple mampu bertahta sebagai merek nomor satu paling bernilai di muka bumi? Mengapa Facebook dapat memperoleh jumlah akun pengguna mencapai lebih dari satu milyar? Sekali lagi jawabannya adalah internet.

Para pengelola merek-merek digital tersohor tersebut mampu mengembangkan merek mereka dengan cara-cara jenius, cara yang berbeda dari merek-merek lama yang masih terpatri pada cara lama dalam mengembangkan merek.

Cara lama dalam mengembangkan merek yang biasa dikenal pemasar adalah memanfaatkan media-media tradisional semaksimal mungkin, antara lain media cetak (misal: Koran, majalah, selebaran, dll), media televise, dan media luar orang (misal: baliho).

Kemudian, coba Anda perhatikan bagaimana cara Google, Facebook, atau Twitter (tiga merek digital yang memiliki jumlah pengguna skala masif di Indonesia) mengembangkan merek mereka. Anda akan menyadari bahwa berdasar data, merek-merek tersebut menghabiskan anggaran yang minim dalam periklanan tradisional.

Ketiga merek tersebut memilih pengembangan merek yang berfokus pada peningkatan ekuitas merek di mata konsumen dan pemenuhan kebutuhan masyarakat masa kini melalui layanan-layanan gratis dan ide-ide yang sangat keren.

Facebook, Twitter, dan Google memilih berfokus pada penyediaan produk dan layanan yang bermakna dan memuaskan kebutuhan emosional penggunanya, dan bukan mengutamakan promosi serta pemasaran raksasa yang bertujuan agar para konsumen mengetahui keberadaan produk mereka.

Salah satu petinggi Google Indonesia pernah bercerita kepada saya bahwa Google melarang segala bentuk pemaksaan penggunaan produk kepada penggunanya. Pengguna Google harus menggunakan produk yang mereka tawarkan secara sukarela dan menyebarkan informasi mengenai Google kepada teman-temannya juga secara sukarela.

Jadi, Google memilih mengambil langkah menyediakan layanan yang bermakna dan memenuhi sisi emosi konsumen, bukan berusaha memecahkan masalah mengenai cara agar informasi mengenai Google sampai ke telinga konsumen, apalagi dengan metode periklanan tradisional.

Satu hal pasti, merek-merek digital tersebut telah menciptakan teknologi disruptif yang mampu mengubah arah pasar dan mengambil hati konsumen dunia dengan sangat cepat. Suatu pencapaian yang sangat tidak mudah untuk disamai.

Artinya, dengan melihat kondisi yang ada saat ini, para pengelola merek dan pemasar perlu bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana cara mengembangkan merek di era internet? Bagaimana cara mengembangkan merek kala media tradisional dan cara-cara lama makin menurun efektivitasnya?”

Era internet juga dikenal sebagai era keterbukaan informasi secara bebas. Komentar positif maupun  negatif mengenai merek-merek juga semakin mudah mencuat ke permukaan dengan mediasi internet. Konsumen menjadi semakin cepat mengetahui perbedaan antara ucapan dan tindakan dari suatu perusahaan. Intinya, konsumen berhak mendapatkan kejujuran dalam pesan-pesan yang Anda sampaikan.

Jadi, di era internet, apakah pengembangan merek menjadi semakin mudah atau semakin sulit?

 

Jakarta, 16.6.2014

Andika Priyandana

Catatan: Versi revisi dari artikel ini telah dimuat di Majalah Marketing edisi April 2014

Iklan

One thought on “Pengembangan Merek di Era Internet

  1. Ping-balik: 8 Tips Internet Marketing untuk UKM | WebLog Andika Priyandana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s