BELAJAR

Bookworm - pic source: oakconsult.co.uk

Bookworm – pic source: oakconsult.co.uk

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang mulia, dimana tinggal dalam suatu lingkungan yang melingkupinya. Lingkungan yang ada disekitarnya bukan secara sembarangan Tuhan berikan kesempatan untuk ada disekelilingnya, namun semua itu ada untuk menjadi sarana setiap individu menjadi pribadi yang belajar.

Mengapa saya katakan belajar?? Ya! Manusia hidup untuk belajar, mulai dari lahir kita sudah dibiasakan menjadi pribadi yang belajar, sebagai contoh belajar menangis, walau terlihat hal yang simple, menangis merupakan hal krusial yang bisa menentukan kelanjutan hidup sang bayi, baik hidup atau matinya.

Lalu, seiring berjalannya waktu, manusia yang tumbuh akan tetap terus belajar. Belajar, belajar dan terus belajar. Sebagai manusia yang tinggal dalam perputaran roda dunia kita dituntut untuk terus belajar agar tidak menjadi terbelakang. Belajar bukan melulu mengenai pelajaran yang kita peroleh disekolah atau bangku kuliah, namun yang saya tekankan disini mengenai pengalaman.

Ya! Kita dapat belajar juga dari pengalaman, justru saya sangat meyakini bahwa pengalaman ada bukan sekedar untuk kita galaukan atau kita ingat sebagai kenangan belaka. Pengalaman ada karena Tuhan ijinkan kita untuk bisa belajar darinya. Bagaimana bisa belajar dari pengalaman?? Jawabannya mudah, lakukan evaluasi. Evaluasi semacam apa yang kita lakukan? Evaluasi mendalam mengenai kejadian yang kita alami perhari hari kehidupan kita.

Mengapa topic ini penting?! Pernahkah anda mendengar kata bijak berikut??  “belajarlah dari pengalaman orang lain karena kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengalami semuanya”.. dari kata bijak tersebut sekali lagi saya belajar, saya menyadari bahwa kehidupan kita ini terbatas, umur siapa yang bisa ditebak?! Untuk itu saya juga menerapkan hal ini, belajar dari pengalaman orang lain. Saya suka mendengarkan orang lain bercerita, membagikan ilmu dan kejadian dimasa lalunya, lalu saya tarik satu kesimpulan mendasar, kehidupan semacam apa yang dialaminya, dititik mana si orang yang bersangkutan lengah, dan di titik mana ia sangat detail mengenai kejadian dihidupnya.

Bagaimana keputusan anda berikutnya? Maukah anda belajar dan menjadi manusia yang lebih waspada pada kemungkinan kejadian yang tak terduga? Semua pilihan ada ditangan kita, kitalah yang memiliki kehidupan kita, kita yang menentukan, kita yang mempertanggungjawabkan.

Mari belajar dan jadilah manusia pribadi yang lebih berharga 🙂

——————————-

Karya Lani Puspitasari – Manajemen Pemasaran UK Petra Surabaya

 

Sesuai pesan Lani, saya sengaja menyampaikan kesan pesan saya secara terpisah. Berikut catatan dari saya:

1. “Belajar” memiliki sentuhan pribadi yang sangat kuat,

2. Pemilihan kata kunci “belajar” akan lebih baik jika dapat dibuat lebih spesifik, misal: “makna belajar”, “filosofi belajar”, dll,

3. Perbaikan pada EYD.

Saya yakin kamu ke depannya akan menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

 

Jakarta, 21.5.2014

Andika Priyandana

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s